Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sistem penilaian kinerja pegawai, mengetahui persepsi pegawai terhadap keadilan sistem penilaian kinerja, serta mengidentifikasi kendala dalam implementasinya di Bank BJB Syariah Cabang Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan sistem penilaian kinerja di tingkat cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja yang diterapkan telah memiliki pedoman dan indikator yang relatif jelas serta digunakan sebagai dasar dalam mengevaluasi kinerja pegawai. Sebagian besar pegawai memandang sistem tersebut sebagai instrumen penting dalam mengukur capaian kerja dan mendukung pengembangan karier. Namun demikian, persepsi terhadap keadilan sistem penilaian kinerja masih dipengaruhi oleh tingkat transparansi proses penilaian serta intensitas komunikasi dan umpan balik dari pimpinan kepada pegawai. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan sistem penilaian kinerja, antara lain keterbatasan waktu pimpinan dalam melakukan evaluasi secara mendalam, potensi subjektivitas dalam proses penilaian, serta pemahaman pegawai terhadap mekanisme penilaian yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan transparansi, komunikasi yang lebih efektif, serta penguatan mekanisme umpan balik agar sistem penilaian kinerja dapat berjalan lebih optimal dalam meningkatkan kinerja pegawai dan mendukung pencapaian tujuan organisasi