Anggun Trisnanto Hari Susilo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Alienasi Masyarakat Lokal dalam Pengambilan Keputusan terkait Desa Wisata Osing Kemiren Gesta Agam Ernando; Anggun Trisnanto Hari Susilo; Siti Kholifah
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 5 No. 1 (2025): Social Transformation, Resilience, and Governance in Contemporary Societies
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2025.005.01.5

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian lokal, terutama di daerah yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal seperti Kabupaten Banyuwangi. Desa Kemiren yang dihuni oleh masyarakat adat Osing, telah ditetapkan sebagai desa wisata. Namun, pengembangan desa wisata ini sering kali menyebabkan terjadinya alienasi terhadap masyarakat lokal dalam proses pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran masyarakat Osing dalam proses pengambilan keputusan terkait Desa Wisata Osing Kemiren. Mengacu pada teori alienasi oleh Karl Marx, penelitian ini menggunakan dua indikator alienasi di antaranya ketidakberdayaan (powerlessness) dan ketidakberartian (meaninglessness). Teori yang digunakan membantu memahami bagaimana masyarakat merasa terpisah atau terasingkan dari proses dan hasil yang seharusnya mereka dapatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi alami. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, kepala desa, kepala dusun, ketua lembaga adat dan anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam pengembangan Desa Wisata Kemiren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Osing Desa Kemiren mengalami alienasi dalam perencanaan keputusan terkait pengembangan desa wisata. Meskipun peranan mereka rendah dalam tahap perencanaan, adaptasi positif terlihat dalam pelaksanaannya, terutama dalam pelestarian budaya lokal dan peningkatan ekonomi melalui kegiatan pariwisata. Partisipasi aktif dalam pelaksanaan mampu mengurangi rasa keterasingan, tetapi keterlibatan yang lebih inklusif diperlukan untuk memastikan distribusi manfaat yang lebih merata. Keterlibatan yang lebih inklusif dan strategi pemberdayaan yang berfokus pada masyarakat lokal sangat penting untuk mengurangi dampak alienasi dalam setiap tahap pengambilan keputusan. Temuan ini memberikan dasar perancangan kebijakan desa wisata yang lebih berkelanjutan dan adil.