Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh serta penyakit penyerta yang sering dialami pada usia lanjut. Salah satu faktor yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan yang baik dapat membantu individu memahami informasi kesehatan, mengenali gejala penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi kesehatan lansia dalam pencegahan penyakit tuberkulosis di Desa Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber data sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi mengenai gejala, penularan, serta pencegahan penyakit TB. Selain itu, faktor usia, kondisi kesehatan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan juga mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada lansia. Upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dilakukan melalui program edukasi kesehatan, penyuluhan masyarakat, penggunaan media edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan pada lansia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis dapat meningkat sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit di masyarakat.