Keluarga miskin perkotaan yang tinggal di kawasan permukiman kumuh menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini juga dialami oleh keluarga-keluarga yang menetap di Permukiman Kumuh Jalan Badur, Kecamatan Medan Maimun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami strategi bertahan hidup yang dijalankan keluarga miskin dalam menghadapi tekanan ekonomi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta kondisi lingkungan permukiman yang padat dan rentan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa keluarga miskin, observasi langsung terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari warga, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga miskin di kawasan ini cenderung bergantung pada pekerjaan sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu, seperti buruh harian, pedagang kecil, atau pekerjaan serabutan lainnya. Dalam banyak kasus, keterlibatan anggota keluarga lain, termasuk istri dan anak, menjadi bagian dari strategi untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, hubungan sosial antarwarga, seperti saling meminjam uang, berbagi kebutuhan pokok, dan menjaga anak secara bergantian, berperan penting dalam menopang kehidupan keluarga. Meskipun strategi-strategi tersebut membantu keluarga bertahan dari hari ke hari, kondisi kemiskinan masih sulit diatasi karena terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang layak, pendidikan, dan program perlindungan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan di permukiman kumuh tidak hanya bersifat individual, tetapi berkaitan erat dengan struktur sosial dan ekonomi perkotaan