Fluktuasi konsentrasi Chromophoric Dissolved Organic Matter (CDOM) dalam air baku menjadi tantangan signifikan bagi instalasi pengolahan air minum karena potensinya dalam membentuk Disinfection by-products (DBPs) yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola fluktuasi harian CDOM dan mengidentifikasi jam-jam kritis guna mengoptimalkan strategi operasional di IPAM BLUD Air Minum Kota Cimahi. Pemantauan dilakukan secara intensif selama 5 hari (pukul 05.00–19.00 WIB) dengan mengukur parameter absorbansi UV pada panjang gelombang 254 nm, 298 nm, 355 nm, dan 410 nm. Analisis statistik menggunakan histogram dan boxplot menunjukkan bahwa data absorbansi memiliki distribusi tidak normal dengan kemencengan positif (positive skewness) serta keberadaan pencilan ekstrem (outliers) akibat gangguan antropogenik dibandingkan variabilitas alami. Analisis frekuensi jam kritis mengungkapkan pola fluktuasi diurnal tipe bimodal, dengan risiko beban organik tertinggi teridentifikasi pada pukul 10.00–11.00 WIB dan 15.00–16.00 WIB. Hal ini menegaskan bahwa penerapan dosis koagulan statis tidak efektif untuk menangani fluktuasi beban pencemar yang ekstrem. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen dosis dinamis berbasis waktu, di mana intensitas pengolahan ditingkatkan secara antisipatif pada saat jam kritis agar air minum tetap aman, sementara periode pukul 05.00–07.00 WIB diidentifikasi sebagai waktu paling optimal untuk pengambilan air baku karena konsentrasi CDOM berada di saat terendah.