Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota X Mohamad Rangga Sururi; Ramadhan, Gilang; Geovania Alves Belo; Ilma Azizah; Mila Dirgawati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rapid population growth in urban areas of Indonesia, particularly in satellite cities such as City X, has led to an increase in domestic wastewater generation. This condition causes negative impacts on the environment, especially on the quality of water bodies and public health. Limited land availability, uneven distribution of sanitation services, and fluctuations in pollutant loads are major challenges in domestic wastewater management. To address these issues, the construction of a Wastewater Treatment Plant (WWTP) is planned with characteristics of small land footprint, low operational costs, and the ability to accommodate fluctuating pollutant loads. The WWTP service area is planned to cover 591,514 m², with the projected population at the end of the planning period reaching 9.072 people in 2088. Wastewater entering the WWTP system has the following characteristics: BOD 162 mg/L, COD 268 mg/L, TSS 210 mg/L, ammonia 48,57 mg/L, and total coliform 22 × 10⁸ MPN/100 mL. The proposed treatment design alternatives include: a bar screen with dimensions of 2,4 m × 0,5 m × 0,5 m, grit chamber 13,5 m × 10 m × 1 m, grease trap 8,5 m × 2,82 m × 1,19 m, equalization tank 24 m × 24 m × 2 m, MBBR 20,57 m × 4,57 m × 4,57 m, and a disinfection unit 29,76 m × 1,25 m × 3 m. The treated wastewater is expected to comply with domestic wastewater quality standards in accordance with the Regulation of the Minister of Environment and Forestry No. 68 of 2016. The total land area required for this WWTP is 856,6 m².
Fluktuasi Chromophoric Dissolved Organic Matter di Air Baku Instalasi Pengolahan Air Minum BLUD Air Minum Kota Cimahi Darussalam, Muhammad Harish; Geovania Alves Belo; M. Rangga Sururi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluktuasi konsentrasi Chromophoric Dissolved Organic Matter (CDOM) dalam air baku menjadi tantangan signifikan bagi instalasi pengolahan air minum karena potensinya dalam membentuk Disinfection by-products (DBPs) yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola fluktuasi harian CDOM dan mengidentifikasi jam-jam kritis guna mengoptimalkan strategi operasional di IPAM BLUD Air Minum Kota Cimahi. Pemantauan dilakukan secara intensif selama 5 hari (pukul 05.00–19.00 WIB) dengan mengukur parameter absorbansi UV pada panjang gelombang 254 nm, 298 nm, 355 nm, dan 410 nm. Analisis statistik menggunakan histogram dan boxplot menunjukkan bahwa data absorbansi memiliki distribusi tidak normal dengan kemencengan positif (positive skewness) serta keberadaan pencilan ekstrem (outliers) akibat gangguan antropogenik dibandingkan variabilitas alami. Analisis frekuensi jam kritis mengungkapkan pola fluktuasi diurnal tipe bimodal, dengan risiko beban organik tertinggi teridentifikasi pada pukul 10.00–11.00 WIB dan 15.00–16.00 WIB. Hal ini menegaskan bahwa penerapan dosis koagulan statis tidak efektif untuk menangani fluktuasi beban pencemar yang ekstrem. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi manajemen dosis dinamis berbasis waktu, di mana intensitas pengolahan ditingkatkan secara antisipatif pada saat jam kritis agar air minum tetap aman, sementara periode pukul 05.00–07.00 WIB diidentifikasi sebagai waktu paling optimal untuk pengambilan air baku karena konsentrasi CDOM berada di saat terendah.