Pratama, Yunda Hasbi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Persepsi Spasial Masyarakat Pariangan: Mempertahankan Kearifan Tradisional di Tengah Tekanan Modernisasi Almegi, Almegi; Pratama, Yunda Hasbi; Putra, Novendri
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 5, No 1 (2026): Vol 05. No. 01 2026 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v5i1.39252

Abstract

Ekosistem pegunungan memainkan peran vital sebagai penyedia jasa lingkungan sekaligus ruang hidup yang membentuk identitas sosial-budaya masyarakat lokal. Namun, di tengah arus modernisasi yang masif, cara masyarakat memaknai dan berinteraksi dengan ruang ekologisnya mulai mengalami transformasi nilai yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi spasial masyarakat lokal terhadap jasa ekosistem pegunungan serta perubahan persepsi tersebut di tengah tekanan modernisasi di Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 28 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas petani, tokoh adat, dan masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan pemanfaatan jasa ekosistem Gunung Marapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang Gunung Marapi sebagai sistem ekologis terintegrasi yang menyediakan jasa penyedia, pengaturan, budaya, dan pendukung. Persepsi spasial masyarakat dibentuk oleh kedekatan lokasi, aksesibilitas, keterkaitan antarwilayah, serta aktivitas manusia. Kearifan lokal masih berperan sebagai dasar moral dan ekologis dalam pengelolaan lingkungan, namun modernisasi mendorong transformasi persepsi dari orientasi ekologis–spiritual menuju orientasi ekonomi dan pemanfaatan ruang yang lebih rasional. Meskipun demikian, nilai-nilai tradisional tidak sepenuhnya ditinggalkan, melainkan berintegrasi dengan kebutuhan adaptasi modern. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem pegunungan berbasis persepsi spasial dan pengetahuan lokal untuk menjaga keberlanjutan sistem sosial-ekologi pegunungan. Kata Kunci: Ekosistem pegunungan, jasa lingkungan, kearifan lokal, modernisasi, persepsi spasial