Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Observasi Klinis Penggunaan Probiotik sebagai Terapi Pendukung pada Pasien dengan Kolitis Ulseratif dan Limfoma Non-Hodgkin Geson, Ge Recta; Kiranawati, Titi Mutiara; Putra, Galih Satrio; Setiadi, Adji Prayitno
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 2 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i2.36720

Abstract

Kolitis ulseratif merupakan penyakit inflamasi usus kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan pada kondisi tertentu dapat disertai komorbiditas keganasan, seperti Non-Hodgkin’s Lymphoma (NHL). Penatalaksanaan kondisi ini sering kali melibatkan terapi komprehensif yang berpotensi mempengaruhi kondisi gastrointestinal pasien dengan golden standard therapy yang dikenal sebagai R-CHOP. Studi kasus ini menyajikan observasi klinis terhadap satu pasien dengan kolitis ulseratif dengan NHL yang mendapatkan R-CHOP dan suplementasi probiotik multistain sebagai terapi pendukung selama masa perawatan. Data diperoleh dari rekam medis dan observasi klinis secara deskriptif tanpa analisis statistik. Selama periode observasi, pasien menunjukkan perbaikan kondisi klinis secara umum dan tidak mengalami perburukan gejala gastrointestinal yang bermakna setelah pemberian adjuvant therapy berupa probiotik multistain jika dibandingkan dengan sebelum pemberian probiotik multistain. Kombinasi standard kemoterapi R-CHOP pada kasus ini dengan suplementasi probiotik multistrain berpotensi menghambat progresi keganasan sel kanker NHL. Pemberian probiotik multistain dapat memberikan manfaat terapeutik dengan meningkatkan apoptosis pada sel kanker sekaligus menurunkan peradangan pada kolitis ulseratif berdasarkan hasil gambaran kolonoskopi. Meskipun demikian, temuan ini bersifat deskriptif antara pemberian probiotik dan perbaikan kondisi klinis pasien yang mengalami kolitis ulseratif dengan NHL. Penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk menkonfirmasi potensi peran probiotik mutristrain sebagai terapi pendukung pada kondisi klinis serupa.