Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pelayanan Informasi Obat dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Bandarharjo Ditinjau dari Aspek Syariah Putri, Chintiana Nindya; Septiani, Isna Rizqi
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 2 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i2.32462

Abstract

Diabetes melitus membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pengobatan untuk mengontrol kadar gula darah. Apoteker berperan penting dalam pengelolaan penyakit ini melalui pelayanan informasi obat yang komprehensif. Selain aspek klinis, pelayanan kefarmasian juga perlu memperhatikan aspek syariah seperti prinsip amanah, kejujuran, kemaslahatan, dan pemberian informasi yang transparan kepada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan informasi obat dengan kepatuhan pengobatan terhadap pasien diabetes melitus di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Pengukuran pelayanan informasi obat terhadap kepatuhan penggunaan obat dilakukan dengan penyebaran kuesioner Medication Adherence Rate Scale-10 (MARS-10) pada pasien diabetes melitus yang masih menjalani terapi obat serta penilaian secara objektif dari aspek syariah. Hasil penelitian persentase item pelayanan informasi obat tentang nama obat, jumlah obat, bentuk sediaan, indikasi obat, dan dosis yang telah mencapai 100%, menunjukkan bahwa terdapat 27 responden yang mengikuti Prolanis di Puskesmas Bandarharjo dan telah mendapatkan pelayanan informasi obat. Namun informasi obat mengenai efek samping hanya disampaikan 14,8%; cara penyimpanan hanya 11,1%; serta pentingnya kepatuhan pengobatan hanya 33,3%. Berdasarkan tingkat pencapaian responden (TCR) didapatkan 100% tentang informasi nama obat, jumlah obat, bentuk sediaan, indikasi obat, dan dosis. Berdasarkan hubungan menunjukkan bahwa angka korelasi pada hasil bernilai positif, yaitu 0,989. Berdasarkan nilai signifikansi didapatkan nilai sig. 0,000 0,05 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel pelayanan informasi obat dengan kepatuhan pengobatan.