Kurangnya pengetahuan remaja putri akan manfaat dari tanaman obat yang salah satunya adalah jahe yang dapat di manfaatkan sebagai pereda nyeri haid pada saat dismenore. Dismenore merupakan kejadian yang alamiah terjadi setiap bulan pada wanita dimana terjadinya proses keluarnya darah secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang. Dismenore umumnya terjadi mengikuti pola yang teratur dan tidak memiliki masalah, namun demikian ada beberapa wanita yang mengalami beberapa masalah. Masalah-masalah yang paling umum adalah rasa sakit pada saat dismenore dan sindrom pre-dismenore. Dismenore atau nyeri haid merupakan keadaan dimana terjadinya rasa nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Jatinom Klaten didapatkan hasil pengetahuan tentang jamu sebagai pereda nyeri haid dalam kategori tidak baik sebanyak 47,36%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menetahui gambaran Tingkat Pengetahuan remaja wanita di Rw 06 Kecamatan Cikupa tentang manfaat jahe sebagai pereda nyeri haid. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah Sampel 96 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat Teknik pengambilan data menggunakan angket. Hasil penelitian di dapat pengetahuan tentang manfaat jahe sebagai pereda nyeri haid pada remaja wanita di Rw 06 Kecamatan Cikupa masuk dalam kategori baik sebanyak 87.5%, kategori cukup sebanyak 10.4%, dan kategori kurang sebanyak 2.1%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja wanita di Rw 06 memiliki pengetahuan baik sebanyak 84 responden (87.5%).