Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat: Upaya Peningkatan Kualitas Tanah Aluvial dan Produktivitas Sayuran Suryani, Rini; Masulili, Agusalim; Syafril Hayat, Edy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2212

Abstract

Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan produktivitas rendah akibat kondisi tanah pasang surut yang miskin bahan organik. Produktivitas sayuran hanya mencapai 4-6 kg per m² per musim tanam, jauh di bawah potensi optimal 10-12 kg per m². Di sisi lain, desa ini memiliki limbah organik melimpah berupa eceng gondok (500 kg/minggu) dan batok kelapa (500 kg/bulan) yang belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani melalui pengenalan dan penerapan teknologi co-compost biochar sebagai pembenah tanah berbasis potensi lokal. Metode kegiatan meliputi sosialisasi konsep pertanian berkelanjutan, pelatihan pembuatan co-compost biochar secara partisipatif, pendampingan aplikasi pada demplot sayuran, dan evaluasi menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 15 anggota Kelompok Tani Mekar Jaya selama enam bulan (Maret-Juli 2025). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dari 40% menjadi 82% dan keterampilan dari 45% menjadi 87%. Petani mampu memproduksi co-compost biochar secara mandiri dan mengaplikasikannya pada budidaya cabai, bawang daun, kembang kol, dan seledri. Terbentuk kesadaran baru tentang nilai ekonomi limbah organik dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif mulai bermunculan di kalangan petani. Teknologi co-compost biochar terbukti menjadi solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lahan pasang surut lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas pertanian, dan pengelolaan limbah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.