Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS POHON PADA AGROFORESTRI PARAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA MASYARAKAT MINANGKABAU: STUDI KASUS DI LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM Sebrina, Nadihra Zahara; Kardiman, Reki
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/wjsgy573

Abstract

Di Sumatera Barat, bentuk agroforestri tradisional yang paling representatif adalah parak. Ekosistem parak menyerupai hutan alam yang mencerminkan filosofi lokal masyarakat Minangkabau dalam memandang alam. Menganalisis struktur komunitas pohon berdasarkan kerapatan (K), kerapatan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), dominansi (D), dominansi relatif (DR) dan Indeks Nilai Penting (INP) perlu dilakukan untuk menunjukkan spesies mana yang berpengaruh pada komunitas tersebut. Digunakan metode plot tunggal berukuran 20x20 meter (400m2) sebanyak 5 buah. Selain pengambilan data pada plot, pemilik parak dimana plot ditempatkan juga diwawancarai mengenai jenis tumbuhan dominan, tumbuhan prioritas, musim panen, status kepemilikan lahan, serta alasan mempertahankan parak dari segi budaya, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan struktur pohon pada sistem parak di Lubuk Basung memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, tercermin dari temuan 26 spesies berbeda dalam luasan hanya 0,2 ha. Semakin kompleks struktur komunitasnya, semakin kuat identitas masyarakat Minangkabau  dalam mempertahankan kemandirian pangan dan ekonomi Hal ini menunjukkan bahwa mempertahankan sistem Parak sama artinya dengan menjaga benteng terakhir biodiversitas di luar kawasan hutan lindung.