PT XYZ merupakan perusahaan agribisnis terkemuka yang bergerak dalam pengolahan minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, dengan sistem distribusi yang melibatkan berbagai departemen serta pemanfaatan beberapa platform informasi. Kompleksitas alur distribusi tersebut menyebabkan terjadinya berbagai bentuk pemborosan, terutama pada aktivitas administrasi dan pertukaran data antar sistem yang belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta meminimalkan pemborosan pada proses distribusi melalui pendekatan Lean dengan metode Lean Assessment Matrix (LAM). Lean Matrix 1 digunakan untuk mengidentifikasi area kritis terjadinya pemborosan, sedangkan Lean Matrix 2 dimanfaatkan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis sistem informasi distribusi dalam rangka mengeliminasi akar penyebab pemborosan pada area kritis tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa urutan pemborosan dari tingkat tertinggi hingga terendah terdiri atas defect sebesar 18%, overproduction sebesar 17%, overprocessing sebesar 16%, serta transportation, motion, waiting, dan inventory yang masing-masing sebesar 12%. Berdasarkan temuan tersebut, prioritas rekomendasi perbaikan difokuskan pada penguatan sistem informasi distribusi melalui integrasi SAP berbasis cloud, penerapan Transportation Management System (TMS) dengan fitur Traffic Management Control, serta implementasi Document Management System (DMS). Penerapan usulan perbaikan tersebut mampu menurunkan jumlah aktivitas dari 64 menjadi 54 aktivitas serta mengurangi waktu proses sebesar 360 menit. Selain itu, hasil analisis Value Stream Mapping menunjukkan adanya peningkatan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 29%, yang mengindikasikan bahwa optimalisasi sistem informasi distribusi memberikan kontribusi signifikan dalam menekan pemborosan sekaligus meningkatkan efisiensi proses distribusi.