Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA KATA DAN NILAI MORAL DALAM KUMPULAN LAGU DAERAH BANTEN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Yulia Antini; Purlilaiceu; Nanang Maulana
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.1990

Abstract

Lagu daerah merupakan bagian dari sastra lisan yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian makna bahasa dan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna kata dan nilai moral dalam kumpulan lagu daerah Banten serta menganalisis pemanfaatannya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode dokumentasi dan teknik baca-catat terhadap teks lirik 21 lagu daerah Banten. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang ditemukan meliputi makna leksikal, gramatikal, referensial, nonreferensial, denotatif, konotatif, konseptual, asosiatif, idiomatikal, dan peribahasa, sedangkan nilai moral mencakup nilai ketuhanan, sosial, individual, universal, serta hukum dan keadilan. Temuan ini menunjukkan bahwa lagu daerah Banten tidak hanya mencerminkan kekayaan linguistik, tetapi juga mengandung nilai moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Selain itu, lagu daerah memiliki potensi pedagogis sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena dapat meningkatkan pemahaman makna bahasa, menanamkan nilai moral, serta memperkuat identitas budaya peserta didik. Dengan demikian, pemanfaatan lagu daerah dalam pembelajaran dapat menjadi alternatif inovatif yang sejalan dengan prinsip pembelajaran kontekstual dalam Kurikulum Merdeka.