Persaingan industri otomotif yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk guna memenuhi standar perusahaan dan harapan konsumen. Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam proses produksi adalah tingginya tingkat defect pada proses stamping yang dapat mempengaruhi kualitas produk dan produktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect yang terjadi pada proses stamping, menganalisis faktor penyebabnya, serta mengimplementasikan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berbasis PDCA Cycle (Plan, Do, Check, Action) untuk menurunkan tingkat defect dan meningkatkan kualitas komponen stamping di PT XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan siklus PDCA, sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode FMEA melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect dominan pada proses stamping adalah benjol dan penyok dengan rata-rata defect sebesar 8% pada periode Maret–Agustus 2025, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 5%. Setelah dilakukan perbaikan melalui pelatihan operator, penerapan SOP material, jadwal 5S, perawatan dies, modifikasi pallet, serta penambahan alat bantu pengecekan, tingkat defect menurun menjadi 3,9% pada September dan 2,4% pada Oktober 2025. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode FMEA yang terintegrasi dengan siklus PDCA efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab masalah dan menurunkan tingkat defect pada proses stamping sehingga mampu meningkatkan kualitas produk secara signifikan.