Stres merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami remaja dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental, perilaku, serta perkembangan psikososial apabila tidak dikelola secara tepat. Remaja berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap tekanan akademik, tuntutan sosial, dan konflik internal sehingga memerlukan strategi adaptif dalam menghadapi stres. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian masyarakat “Remaja Anti Stres” dilaksanakan di MA Manbaul Ulum dengan tujuan menurunkan tingkat stres remaja melalui psikoedukasi coping mechanism berbasis problem-focused coping dan emotion-focused coping. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang meliputi pendidikan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan mental, pelatihan keterampilan coping melalui permainan edukatif, diskusi studi kasus, kegiatan ekspresif, serta art therapy, dan pendampingan sebagai bentuk advokasi keberlanjutan. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat stres remaja sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya penurunan tingkat stres yang signifikan. Persentase stres tinggi menurun dari 21,73% menjadi 4,35%, stres sedang dari 69,56% menjadi 65,21%, serta peningkatan stres rendah dari 8,70% menjadi 30,43%. Secara kualitatif, remaja menunjukkan peningkatan keterbukaan emosional, kemampuan mengenali sumber stres, serta keterampilan menerapkan strategi coping yang adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis aktivitas bermain dan bercerita efektif dalam membantu remaja mengelola stres. Program ini diharapkan dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.