Stres oksidatif merupakan kondisi biologis yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi reactive oxygen species (ROS) dan sistem pertahanan antioksidan dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu kerusakan biomolekul seperti lipid, protein, dan DNA yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan alami dari tanaman menjadi alternatif yang banyak diteliti karena memiliki potensi aktivitas biologis dengan risiko efek samping yang relatif rendah. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kratok (Phaseolus lunatus L.). Tanaman ini diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biologis daun kratok sebagai sumber antioksidan alami dalam pencegahan stres oksidatif berdasarkan literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 15 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa spesies Phaseolus lunatus memiliki aktivitas antioksidan yang terukur melalui metode DPPH, ABTS, dan FRAP serta memiliki korelasi dengan kandungan fenolik dan flavonoid. Selain itu, senyawa polifenol pada tanaman juga diketahui mampu memodulasi jalur antioksidan seluler seperti aktivasi jalur Nrf2. Berdasarkan hasil kajian tersebut, daun kratok berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk mencegah stres oksidatif, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk validasi praklinis dan klinis.