Upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa sering kali terbentur pada persoalan klasik berupa rendahnya akurasi data yang masih bersifat unidimensi dan dikelola secara konvensional. Di Desa Balung Kidul, meskipun literasi digital masyarakat pada sektor ekonomi berkembang pesat, tata kelola pendataan kemiskinan masih rentan terhadap kesalahan sasaran akibat belum adanya instrumen verifikasi yang presisi. Menanggapi tantangan tersebut, inisiasi transformasi tata kelola melalui konsep Desa Cerdas dilakukan dengan fokus utama pada pengembangan sistem kurasi data kemiskinan multidimensi. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan perangkat desa dan kader lokal dalam proses pemetaan lapangan berbasis aplikasi digital untuk merekam indikator ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aspek geospasial di Dusun Balung Kopi dan Sumber Kadut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi mampu mengungkap anatomi kemiskinan desa yang lebih spesifik, seperti kerentanan musiman pada sektor agraris dan hambatan aksesibilitas layanan dasar bagi kelompok lansia. Visualisasi data ke dalam dasbor profil desa ini telah mengubah mekanisme pengambilan keputusan dari yang semula bersifat subjektif menjadi berbasis bukti lapangan yang kuat (evidence based policy). Sinergi antara keterlibatan aktif komunitas dan pemanfaatan teknologi tepat guna terbukti efektif dalam meminimalisir bias pendataan, sehingga alokasi sumber daya desa dapat diarahkan secara lebih adil, transparan, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.