Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet berbahan sumber energi non-konvensional (tepung bonggol pisang, ubi kayu afkir, dan putak) yang dicampur dengan konsentrat terhadap frekuensi makan, lama makan, lama ruminasi, dan lama istirahat sapi Bali jantan penggemukan. Penelitian menggunakan empat ekor sapi Bali jantan berumur ±1,5 tahun dengan bobot badan rata-rata 96,4 kg. Metode yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan empat perlakuan dan empat periode sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 (70% lamtoro + 30% pakan pelet tanpa bahan non-konvensional sebagai kontrol), P1 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% bonggol pisang + 70% konsentrat), P2 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% ubi kayu afkir + 70% konsentrat), dan P3 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% putak + 70% konsentrat). Variabel yang diamati meliputi lama makan, frekuensi makan, lama ruminasi, dan lama istirahat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variabel yang diamati. Nilai rataan variabel menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan respons yang relatif sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pakan sumber energi non-konvensional sebagai pengganti hingga 30% konsentrat dalam ransum sapi Bali jantan penggemukan tidak memengaruhi perilaku makannya, sehingga dapat menjadi alternatif pakan yang efisien dan ekonomis. Kata kunci: non-konvensional, pakan konsentrat, pelet, sumber energi, tingkah laku makan