p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Wahana Peternakan
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SUBSTITUSI SILASE STAR GRASS DENGAN FODDER JAGUNG TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN PROTEIN, AMONIA RUMEN, DAN UREA SAPI BALI DARA: Effect of Star Grass (Cynodon plectostachyus) Silage Substitution with Corn Fodder on Crude Protein Consumption and Digestibility, Rumen Ammonia, and Blood Urea of Bali Heifers Bethan, Rajas Surya Firdaus; Jalaludin; Tara Tiba Nikolaus; Daud Amalo
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah pada sapi Bali dara. Digunakan 4 ekor sapi betina dara berumur 2,8--3 tahun dan bobot badan 99,5--152 kg. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah FJ0: silase star grass 100%, FJ20: silase star grass 80% + 20% fodder jagung, FJ40: silase star grass 60% + 40% fodder jagung, FJ60: silase rumput stargrass 40% + 60% fodder jagung. Parameternya yaitu: konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis ragam menampilkan pengaruh substitusi silase star grass (Cynodon plectostachyus) dengan fodder jagung berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah sapi Bali dara. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa substitusi star grass dengan fodder jagung tidak dapat meningkatkan konsumsi dan kecernaan protein kasar, amonia rumen, dan urea darah sapi Bali dara.   Kata kunci: amonia rumen, fodder jagung, kecernaan dan konsumsi protein kasar, silase star grass, urea darah
PENGARUH PEMBERIAN PELLET CAMPURAN BAHAN SUMBER ENERGI NON-KONVENSIONAL DENGAN KONSENTRAT TERHADAP TINGKAH LAKU MAKAN SAPI BALI JANTAN PENGGEMUKAN: The Effects of Providing Mixed Pellets based on Non-Conventional Energy Sources on the Eating Behavior of Fattening Male Bali Cattle Fitri Imelda Edon; Yohanes Umbu Laiya Sobang; Grace Maranatha; Daud Amalo
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan pelet berbahan sumber energi non-konvensional (tepung bonggol pisang, ubi kayu afkir, dan putak) yang dicampur dengan konsentrat terhadap frekuensi makan, lama makan, lama ruminasi, dan lama istirahat sapi Bali jantan penggemukan. Penelitian menggunakan empat ekor sapi Bali jantan berumur ±1,5 tahun dengan bobot badan rata-rata 96,4 kg. Metode yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan empat perlakuan dan empat periode sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 (70% lamtoro + 30% pakan pelet tanpa bahan non-konvensional sebagai kontrol), P1 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% bonggol pisang + 70% konsentrat), P2 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% ubi kayu afkir + 70% konsentrat), dan P3 (70% lamtoro + 30% pelet dengan 30% putak + 70% konsentrat). Variabel yang diamati meliputi lama makan, frekuensi makan, lama ruminasi, dan lama istirahat. Data dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua variabel yang diamati. Nilai rataan variabel menunjukkan bahwa semua perlakuan menghasilkan respons yang relatif sama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pakan sumber energi non-konvensional sebagai pengganti hingga 30% konsentrat dalam ransum sapi Bali jantan penggemukan tidak memengaruhi perilaku makannya, sehingga dapat menjadi alternatif pakan yang efisien dan ekonomis.   Kata kunci: non-konvensional, pakan konsentrat, pelet, sumber energi, tingkah laku makan