Perkembangan emosional pada masa golden age memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, empati, kemandirian, serta kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Namun, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa guru dan orang tua masih lebih berfokus pada pencapaian intelektual, sehingga aspek sosial-emosional sering terabaikan. rogram Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) ini dilaksanakan pada 10–11 Juni 2025 di PAUD Ar-Rafa 2, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Kegiatan melibatkan guru, orang tua, dan anak usia 3–5 tahun melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, penyediaan APE, pendampingan, dan evaluasi. Alat Peraga Edukatif (APE) yang digunakan mencakup boneka emosi, kartu ekspresi wajah, dan permainan drama untuk menstimulasi pengenalan serta pengelolaan emosi anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman guru dan orang tua terkait pentingnya stimulasi emosional, serta perubahan perilaku positif pada anak dalam mengenali dan mengekspresikan perasaan diri sendiri maupun orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa stimulasi emosional dengan APE efektif dalam mendukung perkembangan emosional anak usia dini. Selain itu, sekolah dan masyarakat berkomitmen melanjutkan program melalui pembuatan APE berbasis bahan lokal dan pelatihan lanjutan. Program ini berpotensi menjadi model keberlanjutan bagi lembaga PAUD lainnya.