Teknik analisis Spektrofotometri visible (Vis) merupakan alat kuantitatif yang mendasarkan prinsipnya pada pengukuran absorbansi radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang cahaya tampak (400–800 nm) untuk mengukur konsentrasi analit dalam larutan. Metode Spektrofotometri Vis memiliki aplikasi yang luas dalam analisis bahan dan obat, khususnya untuk validasi metode dan pengawasan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis perkembangan dan penerapan metode spektrofotometri visibel dalam penetapan kadar obat guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan metode yang selektif dan akurat. Berbagai penelitian telah mengonfirmasi efektivitasnya dalam penetapan kadar berbagai macam senyawa. Penelitian ini menggunakan studi literature review terhadap 23 artikel nasional dan internasional terbaru yang relevan, dengan fokus pada jenis senyawa yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan dalam bidang farmasi dan keamanan pangan, Spektrofotometri Vis telah menunjukkan kemampuan untuk menganalisis Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering ditambahkan secara ilegal ke dalam jamu, seperti asam mefenamat dan asetosal dalam formulasi obat pereda nyeri. Aplikasi ekstensif juga mencakup penetapan kadar antibiotik, meliputi: Ciprofloxacin (melalui pembentukan charge-transfer complex yang menghasilkan puncak serapan pada 440 nm), Tetracycline Hydrochloride (dengan reaksi penggandengan menggunakan asam sulfanilat pada 403 nm), Amoxicillin Trihydrate (menggunakan reagen sodium nitroprusside/SNP), Gentamisin sulfat dalam sediaan topikal, dan Rifampisin. Lebih lanjut, metode ini terbukti valid untuk penetapan vitamin seperti Riboflavin dan \beta-karoten dalam ekstrak Spirulina maxima (yang memiliki serapan khas pada 400–500 nm), serta untuk obat sitostatika Doksorubisin.