Artritis Reumatoid (RA) merupakan gangguan peradangan yang secara khusus mempengaruhi membran sinovial pada sendi, dan biasanya ditunjukkan oleh rasa sakit di sendi, kekakuan sendi, berkurangnya kemampuan bergerak, serta kelelahan. Artritis Reumatoid (RA) biasanya muncul pada rentang usia 30 hingga 50 tahun, dengan tingkat kejadian tertinggi antara 40 dan 60 tahun. Perempuan mengalami kondisi ini dua hingga tiga kali lebih sering daripada laki-laki. Artritis Reumatoid (RA) dipercaya sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap antigen yang belum teridentifikasi. Persendian pada bahu biasanya terjadi pada satu sendi yang disebut RA monoartikuler, gejala lainnya yang terjadi yaitu terbentuknya nodul – nodul pada kulit diatas sendi yang menyebabkan pembengkakan. Sebagian besar masyarakat menganggap remeh penyakit rematik, karna sifatnya yang seolah – olah tidak menimbulkan kematian, hal ini membuat kasus rheumatoid arthritis semakin meningkat setiap tahunnya. Tujuan Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan Perawatan Keperawatan Komplementer yang menangani masalah utama perawatannya, yakni nyeri mendadak pada pasien melalui penerapan teknik akupuntur. Gambaran Kasus Pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien yang memiliki keluhan tentang rheumatoid arthritis dengan pemberian terapi akupuntur. Hasil Intervensi yang diberikan sesuai dengan diagnose yaitu terapi akupuntur. Diagnose keperawatan yang muncul pada pasien yaitu nyeri akut yang berhubungan dengan penyakit kronis. Kesimpulan Berdasarkan analisis pemberian terapi akupuntur efektif untuk menurunkan tingkat nyeri akibat rheumatoid arthritis.