Chronic kidney disease (CKD) merupakan penyakit kronis dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif yang menimbulkan beban kesehatan global dan nasional yang signifikan. Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami ansietas akibat krisis situasional, perubahan kondisi fisik, serta kekhawatiran terhadap perjalanan penyakit dan terapi jangka panjang. Ansietas yang tidak ditangani dapat memperburuk kondisi fisiologis dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi musik klasik Beethoven dalam menurunkan tingkat ansietas pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny. S di Ruang Hemodialisa RSUD Wangaya Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi keperawatan dengan pengukuran tingkat ansietas menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Intervensi terapi musik klasik Beethoven diberikan selama 15–30 menit dalam posisi Fowler, disertai latihan pernapasan terkontrol dan relaksasi otot serta pemantauan respons fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ny. S mengalami ansietas kategori berat berdasarkan hasil pengukuran HARS yang disertai peningkatan tanda vital. Setelah penerapan terapi musik klasik Beethoven, tingkat ansietas menurun menjadi kategori sedang, disertai perbaikan respons fisiologis dan peningkatan rasa tenang. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik Beethoven dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung dalam membantu menurunkan ansietas dan mendukung stabilitas fisiologis pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa.