Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang terus meningkat di Indonesia dan menyebabkan tingginya angka morbiditas, mortalitas, beban ekonomi pada masyarakat. Pemahaman keluarga tentang penyakit degeneratif dan mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit degeneratif di wilayah kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru. Didapatkan hasil p value sebesar 0.000, dimana p < 0.005 sehingga adanya efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga dengan anggota keluarga mengalami penyakit degeneratif. Penilitian kuantitatif dengan Quasy Eksperimental Desain dengan menggunakan metode two group pretest postest with control design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru. Sampel 60 orang responden. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini melalui metode Consecutive sampling. Instrumen yang digunakan penelitian ini yaitu dengan kuesioner, kuesioner tentang tingkat kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, Didapatkan hasil p value sebesar 0.000, dimana p < 0.005 sehingga adanya efektivitas edukasi dan pendampingan terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga dengan anggota keluarga mengalami penyakit degeneratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan secara signifikan lebih efektif menurunkan tingkat kecemasan keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit degeneratif dibandingkan dengan pemberian edukasi saja.