Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang dapat mengganggu fungsi kognitif, emosional, dan sosial, serta meningkatkan risiko terjadinya perilaku maladaptif. Selain terapi farmakologis diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dan mudah diterapkan salah satunya terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi musik klasik terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia. Penelitian menggunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada 6 klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Ruang Perkutut Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Terapi musik klasik diberikan selama 15 menit per sesi selama empat hari berturut-turut, disertai penerapan strategi pelaksanaan keperawatan jiwa. Tingkat halusinasi diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi, intensitas, serta respons klien terhadap halusinasi pendengaran setelah pemberian terapi musik klasik. Selain itu, klien menunjukkan kondisi yang lebih tenang, mampu mengalihkan perhatian dari stimulus internal, dan memiliki peningkatan kemampuan dalam mengontrol halusinasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi musik klasik efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien skizofrenia, serta bisa digunakan sebagai terapi pendamping dalam asuhan keperawatan jiwa di fasilitas pelayanan kesehatan mental.