Abdillah, Rifan Ardiansah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN EDUKASI DIET DASH MELALUI WHATSAPP MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENGENDALIKAN HIPERTENSI Abdillah, Rifan Ardiansah; Yanuar, Faizal; Rahman, Aulia; Apriani, Ai Yuni; Arifah, Iip; Nisa, Jahrotun; Lismayanti, Lilis; Falah, Miftahul; Sari, Nina Pamela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56591

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang prevalensinya meningkat dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Hipertensi sering disebut silent killer karena bisa terjadi tanpa gejala. Pola makan merupakan faktor penting dalam pengendalian hipertensi. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dianjurkan sebagai terapi nonfarmakologis karena dapat menurunkan tekanan darah dengan menjaga pola makan sehat. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada Ny. A dengan hipertensi melalui edukasi diet DASH menggunakan video animasi yang disampaikan via WhatsApp. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan keluarga meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan keluarga, perubahan pola makan, dan keterlibatan keluarga dalam perawatan pasien hipertensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga tentang hipertensi dan diet DASH, kepatuhan terhadap pola makan sehat, serta perbaikan tekanan darah Ny. A. Keluarga juga lebih mampu mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, dan merawat anggota keluarga secara mandiri. Kesimpulannya, edukasi diet DASH melalui video animasi via WhatsApp efektif untuk membantu keluarga mengendalikan hipertensi dan mencegah komplikasi. Disarankan penelitian lanjutan dengan lebih banyak responden dan waktu intervensi lebih lama untuk mengukur efektivitas secara lebih objektif.