Abstract: This study aims to: 1) identify the problems faced by teachers in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and 2) describe solutions to address the problems experienced by teachers at SDN 2 Kembang Sari. This is a qualitative study using descriptive methods, and the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The informants in this study consisted of the principal, teachers, and students at SDN 2 Kembang Sari. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The research results indicate that teacher challenges in implementing P5 include limited understanding of the P5 project, difficulty designing project topics, low creativity and innovation in designing project-based activities, limited facilities and infrastructure, difficulty allocating time, lack of collaboration with parents, and ineffective student understanding of the P5 project. Solutions implemented include improving teacher competency through training, technical guidance, and Teacher Working Group (KKG) activities, optimizing existing resources, strengthening internal collaboration among teachers, and ongoing evaluation and reflection each semester. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui problematika yang dihadapi guru dalam menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), 2) mendeskripsikan solusi untuk mengatasi problematika yang dialami guru SDN 2 Kembang Sari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik SDN 2 Kembang Sari. Analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru dalam menerapkan P5 meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang projek P5, kesulitan dalam merancang topik projek, rendahnya kreativitas dan inovasi dalam merancang kegiatan berbasis projek, keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan dalam mengalokasikan waktu, kurangnya kolaborasi dengan orang tua serta kurang efektifnya pemahaman siswa terhadap projek P5. Solusi yang diterapkan mencakup peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), optimalisasi sumber daya yang ada, penguatan kolaborasi internal antar guru, serta evaluasi dan refleksi berkelanjutan setiap semester.