Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Development of Android application-based digital literacy media to improve the reading ability of ADHD students Khair, Abdul; Pahrurrozi, Murtadlo; Purbaningrum, Endang; Saputra, Ahmad Yudi
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 10, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v10i4.63849

Abstract

This study aims to help kids with Attention Hyperactivity disorder (ADHD) in inclusive classrooms become better readers. The ADDIE model, which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, is used in this study's RD (Research and Development) research. The study was conducted between 11 February and 12 April 2023. Eight kids with ADHD from 4 primary school classes at UNESA 2 Labschool participated in this study. Of these, two were in class 3, two were in fourth grade, two were in fifth grade, and two were in sixth grade. Ways for gathering data via a questionnaire. It is claimed that the outcomes of enhancing students' reading abilities with digital literacy media built on Android applications are reliable, applicable, and efficient. This study used a questionnaire as the data collection tool to assess its validity, usefulness, and efficacy. The Aiken's V validation result for digital literacy media was 0.89, deemed legitimate and highly acceptable for usage by material specialists. Experts in the media estimate Aiken's V average to be 0.93. The average percentage result for Android application-based digital literacy media is 89%, making it extremely practical. 91% of the time, it works. Media promoting digital literacy is therefore deemed effective. It is legitimate, practical, and efficient to use Android applications-based digital literacy media to help ADHD pupils with their reading abilities in inclusive schools.
Analisis Dampak Penggunaan Gadjet Terhadap Sikap Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri 5 Selong Ahmad Yudi Saputra; Muhammad Sururuddin; Husni, Muhammad
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/didika.v10i2.28736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kecanduan penggunaan gadget atau handphone terhadap perilaku sikap anak berkebutuhan khusus di SD Negeri 5 Selong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikannya, lalu menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar umumnya digunakan untuk bermain game seperti Free Fire dan Roblox, serta menonton konten di TikTok dan YouTube. Penggunaan gadget yang berlebihan ini berdampak pada perilaku sosial siswa berkebutuhan khusus. Beberapa perubahan yang diamati antara lain menurunnya kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya, gangguan pola tidur, menjadi lebih tertutup, hingga menunjukkan perilaku negatif atau menjadi pribadi yang "toxic". Hal ini terjadi karena siswa terlalu larut dalam penggunaan gadget sehingga mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata. Kata kunci: Dampak, gadjet, sikap sosial, anak berkebutuhan khusus
Bakti Sosial Komunitas Outsider Lombok Pada Gempa Sulawesi Barat Dalam Kaitannya Dengan Sila Kedua Pancasila Hadi, Ade Sopyan; Saputra, Ahmad Yudi
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2820

Abstract

West Sulawesi Province was hit by an earthquake on January 15 2021. When the earthquake occurred, the Outsider Lombok community carried out social service activities. This activity aims to ease the burden on the affected communities. This social service is carried out by taking action directly onto the street. The results of this research were data that the stages carried out began with discussions regarding activities, fundraising actions and the stage of handing over donated funds. The supporting factor is collaboration with Aksi Cepat Tunjungan so that the distribution of funds is easier. Meanwhile, the inhibiting factor is the busyness of community members who are already working. The conclusion of this research is that this social service really helps the affected communities and can increase the sense of humanity of members of the Outsider Lombok community.
Nuclear Weapons Policy in Indonesia and the World Hadi, Ade Sopyan; Alamsah Sutanto, Zulkifli; Yudi Saputra, Ahmad; M Al-Fadil
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum3719

Abstract

Negara yang menjadi perhatian dunia dalam pengembangan senjata nuklir adalah Iran dan Korea Utara. Ambisi Iran dalam mengembangkan senjata nuklir telah menimbulkan kekhawatiran dunia, salah satunya adalah Amerika Serikat yang menganggap Iran mengganggu keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Pada tahun 2017 Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang memicu kecaman internasional karena mengganggu perdamaian negara-negara sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara konkret kebijakan mengenai senjata nuklir di dunia dan di Indonesia. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya keterbukaan Iran dalam memberikan informasi terkait hal nuklir yang mengakibatkan Amerika Serikat menerbitkan Iran menutupi pengembangan bom nuklir. Oleh karena itu, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi melalui berbagai resolusi. Pada era Joe Biden, sanksi ekonomi dijatuhkan untuk menghentikan Iran dari ambisi senjata nuklirnya. Masalah nuklir Korea Utara telah menjadi ancaman dunia, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Korea Utara dengan tujuan menghentikan program nuklir dan rudal balistiknya. Sukarno menentang adanya perlombaan manusia, khususnya senjata nuklir yang akan menimbulkan malapetaka bagi dunia. Oleh karena itu, pembangunan di Indonesia hanya untuk perdamaian dan kesejahteraan masyarakat.
The Principal's Leadership Role in Improving the Quality of Education Saputra, Ahmad Yudi; Sururuddin, Muhammad; Ramdan, Ahmad Yasar
IJE : Interdisciplinary Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2025): March, Interdisciplinary Journal of Education (IJE)
Publisher : Sumber Belajar Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61277/ije.v3i1.188

Abstract

This study aims to describe the leadership role of school principals: 1) As a manager in improving the quality of education; 2) As a leader in improving the quality of education; 3) Supporting and inhibiting factors in improving the quality of education and solutions to the inhibiting factors faced. The method used in this research is a qualitative approach with a case study research type. The data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. This research was conducted at SD Negeri 3 Masbagik Utara. The subjects of this research were the Principal and Teachers. The results obtained from this study are: (1) the principal's role as a manager in improving the quality of education is managing by planning, organizing, mobilizing, and evaluating; (2) the principal's role as a leader in improving the quality of education is monitoring, mediating teachers and students, disciplining, motivating, making innovations, liaising with outside parties, guiding students on an ongoing basis, fostering and improving teachers' abilities, and making decisions; (3) the supporting factors in improving the quality of education are the many relationships, support from other organizations, students are free to choose, facilitating teachers; while the inhibiting factors are conflicting systems with the office, frequent teacher turnover, the difficulty of implementing digital learning, sometimes constrained financing and lack of awareness of school community.
CHALLENGES AND SELF-EFFICACY OF PRIMARY SCHOOL TEACHERS IN SUPPORTING LEARNING OF STUDENTS WITH AUTISM SPECTRUM DISORDERS IN INCLUSIVE CLASSROOM IN LOMBOK TIMUR Saputra, Ahmad Yudi; Aziz, Nurbieta Binti Abd; Al Fadhil, M.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 3 (2025): Vol. 5 No. 3 Edisi Agustus 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i3.3924

Abstract

There is general support among teachers for the inclusion of students with special educational needs, but many lack the confidence and knowledge to support students with autism spectrum disorder (ASD). This can be harmful and detrimental to their education. A qualitative study of teachers' perceptions of inclusion found that teachers' views influenced the way in which inclusive practices were implemented. This research used semi-structured interviews and interview transcripts to facilitate data analysis with eight teachers in mainstream and special schools. Questions explore school-based provision for students with ASD, including strategies related to classroom learning. Thematic analysis identifies themes that describe teachers' challenges and self-efficacy in supporting students with ASD, the supports they use to facilitate success, and the influence of factors such as trust, empathy, praise, caring, guidance and pedagogical support. The results showed that most teachers felt anxious and lacked confidence about the early prospects of teaching students with ASD. The results showed that most teachers felt anxious and lacked confidence about the early prospects of teaching pupils with ASD. Most teachers who responded to the questionnaire also described feelings of insecurity about managing the behaviour of students with ASD. These findings were analysed in relation to teachers' perceptions of learning problems such as lack of access to resources, learning support and training in ASD-specific approaches.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI KAHOOT TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD NEGERI 4 GERENENG TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Masja’atul Zariyah; Muh. Taufiq; Ahmad Yudi Saputra; Muhammad Sururuddi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33724

Abstract

This study investigates the effect of using Kahoot application-based learning media on student learning outcomes in the Indonesian Language subject for fifth- grade students at SD Negeri 4 Gereneng. The research employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 students selected through simple random sampling. Data were collected through multiple-choice tests to measure learning outcomes and questionnaires to capture student responses. The results showed that the average pretest score was 45.75, which increased to 81 in the posttest, indicating a significant improvement in student achievement. Furthermore, 65% of students expressed positive responses toward the use of Kahoot, highlighting its role in creating a more engaging and interactive learning environment. Hypothesis testing using the t-test confirmed that the t-count was greater than the t-table for both learning outcomes (27.41 > 1.725) and student responses (11.84 > 1.725), with a significance level of 0.05. These findings demonstrate that Kahoot-based learning media has a significant impact on improving student learning outcomes and can serve as an effective alternative for teachers to integrate technology into classroom learning.
Problematika Guru Dalam Menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SDN 2 Kembang Sari Hairi, Izzati; Sururuddin, Muhammad; Saputra, Ahmad Yudi; Husni, Muhammad
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17811

Abstract

Abstract: This study aims to: 1) identify the problems faced by teachers in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and 2) describe solutions to address the problems experienced by teachers at SDN 2 Kembang Sari. This is a qualitative study using descriptive methods, and the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The informants in this study consisted of the principal, teachers, and students at SDN 2 Kembang Sari. Data analysis was conducted through three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The research results indicate that teacher challenges in implementing P5 include limited understanding of the P5 project, difficulty designing project topics, low creativity and innovation in designing project-based activities, limited facilities and infrastructure, difficulty allocating time, lack of collaboration with parents, and ineffective student understanding of the P5 project. Solutions implemented include improving teacher competency through training, technical guidance, and Teacher Working Group (KKG) activities, optimizing existing resources, strengthening internal collaboration among teachers, and ongoing evaluation and reflection each semester. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui problematika yang dihadapi guru dalam menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), 2) mendeskripsikan solusi untuk mengatasi problematika yang dialami guru SDN 2 Kembang Sari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri atas kepala sekolah, guru, dan peserta didik SDN 2 Kembang Sari. Analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru dalam menerapkan P5 meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang projek P5, kesulitan dalam merancang topik projek, rendahnya kreativitas dan inovasi dalam merancang kegiatan berbasis projek, keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan dalam mengalokasikan waktu, kurangnya kolaborasi dengan orang tua serta kurang efektifnya pemahaman siswa terhadap projek P5. Solusi yang diterapkan mencakup peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), optimalisasi sumber daya yang ada, penguatan kolaborasi internal antar guru, serta evaluasi dan refleksi berkelanjutan setiap semester.
Menanamkan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Permainan Tradisional Sasak “Benteng” di SDN 1 Pringgasela Hafani, Rizda; Hadi, Yul Alfian; Saputra, Ahmad Yudi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17871

Abstract

Abstract: This study aims to determine how to instill character education in SDN 1 Pringgasela through the "Benteng" game and to determine the extent of the positive impact of the Sasak Benteng game on students’ character. This study used a qualitative method with a descriptive research type. The location of this research was SDN 1 Pringgasela. The objects of this study were fourth-grade students and the subjects were fourth-grade teachers. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. While data analysis used in this study were data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that character education in SDN 1 Pringgasela, especially in fourth-grade students, can be instilled through the traditional Sasak Benteng game. Instilling character education in the traditional Sasak Benteng game at SDN 1 Pringgasela, researchers found that students enjoyed the game and were very enthusiastic about playing it. After the researchers introduced it, the students were very interested. The character traits students learned from playing Benteng included honesty, cooperation, discipline, unity, solidarity, responsibility, morality, self-confidence, sportsmanship, and sportsmanship. The positive impact of the traditional Sasak Benteng game on students’ character is that this traditional Sasak Benteng game is very suitable for instilling character education in students. There are many positive impacts when playing Benteng, as students can develop their character. By playing Benteng, students also learn that traditional games have many benefits, and that Sasak Benteng can also improve attitudes. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menanamkan Pendidikan karakter di SDN 1 Pringgasela pada permainan benteng dan untuk mengetahui sejauh mana dampak positif dari permainan sasak benteng pada karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskriftif, tempat pelaksanaan penelitian di SDN 1 Pringgasela, objek penelitian ini siswa kelas IV dan subjek yaitu guru kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan karakter di SDN 1 Pringgasela khususnya dikelas IV dapat ditanamkan melalui permainan tradisional sasak benteng. Peneliti menemukan bahwa siswa menyukai permainan tradisional sasak benteng dan juga sangat bersemangat dalam memainkan permainan benteng, adapun karakter yang didapatkan siswa dalam bermain benteng yaitu jujur, kerjasama, disiplin, persatuan, solidaritas, bertanggung jawab, moral, percaya diri, sportivitas, olahraga. Dampak positif permainan tradisional sasak benteng bahwa permainan tradisional sasak benteng ini sangat cocok digunakan untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa. Dengan bermain benteng siswa juga dapat mengetahui permainan tradisional itu mempunyai banyak manfaat untuk dimainkan, dan juga permainan sasak benteng ini juga dapat meningkatkan sikap menjadi lebih baik.
Analisis Faktor Keterlambatan Membaca Siswa Kelas 3 di SDN 1 Kalijaga Timur Wahidatul Umaini; Muhammad Husni; Ahmad Yudi Saputra; Husnul Mukti
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/aw9j8d06

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the forms, causal factors, and teacher efforts in addressing reading delays among third-grade students at SDN 1 Kalijaga Timur. Reading delay is a serious barrier to students’ literacy competence because third grade is a transitional stage from learning to read toward reading to learn. This study employed a qualitative descriptive approach involving the principal, the third-grade teacher, and five students identified as experiencing reading delays. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews, documentation, and a simple literacy assessment. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while credibility was strengthened through source triangulation, technique triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings show that students’ reading difficulties varied, including incomplete letter recognition, confusion between visually similar letters, difficulty combining syllables and consonants, inaccurate reading, stuttering, weak attention to punctuation, low reading fluency, and limited comprehension of reading content. The dominant internal factors were low learning interest, weak motivation, limited concentration, and difficulties in recognizing letters and syllables. The dominant external factors were limited parental attention, inadequate home learning facilities, socioeconomic constraints, and less varied instructional strategies. The most relevant teacher efforts included individual guidance, additional reading time, attractive learning media, and school–parent collaboration. The study contributes to the literature on reading delay in middle elementary grades within diverse socioeconomic contexts. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, faktor penyebab, dan upaya guru dalam mengatasi keterlambatan membaca pada siswa kelas 3 di SDN 1 Kalijaga Timur. Keterlambatan membaca menjadi hambatan serius terhadap pencapaian kompetensi literasi karena kelas 3 merupakan tahap peralihan dari belajar membaca menuju membaca untuk belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas 3, dan lima siswa yang teridentifikasi mengalami keterlambatan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan asesmen literasi sederhana. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca siswa beragam, meliputi belum mengenal huruf secara utuh, tertukar dalam membedakan huruf yang mirip, kesulitan menggabungkan suku kata dan huruf konsonan, kesalahan membaca, membaca terbata-bata, belum memahami tanda baca, belum lancar membaca, serta belum memahami isi bacaan. Faktor internal yang dominan adalah rendahnya minat belajar, kurangnya motivasi, keterbatasan konsentrasi, dan kesulitan mengenali huruf serta suku kata. Faktor eksternal yang dominan adalah kurangnya perhatian orang tua, keterbatasan fasilitas belajar di rumah, kondisi sosial ekonomi keluarga, serta metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Upaya guru yang paling relevan meliputi bimbingan individual, tambahan waktu membaca, penggunaan media menarik, dan kerja sama sekolah dengan orang tua. Penelitian ini menambah literatur tentang keterlambatan membaca pada jenjang kelas menengah SD dengan latar sosial ekonomi beragam.