Abstract: This study aims to describe teachers’ and students’ perceptions regarding Sasak traditional clothing, to describe the process of actualizing local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing in IPAS learning, and to identify the role and function of teachers in integrating Sasak local wisdom values into IPAS learning. This research employed a qualitative method. The data sources were fourth-grade teachers and students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data validity was tested using credibility, transferability, dependability, confirmability, and reliability. Data analysis employed the Miles and Huberman model, consisting of data collection, data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results at SD Islam NW Kotaraja show that the actualization of local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing in IPAS learning is carried out through initial habituation by introducing students to Sasak cultural values. The actualization process is still conducted in general terms, meaning that there is no specific program focusing on the actualization of local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru dan peserta didik terkait pakaian tradisional sasak, mendeskripsikan proses aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak melalui pembelajaran IPAS. Metode penelitian ini enggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu Guru kelas IV dan peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, depenabilitas, confirmabilitas dan realibilitas. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian di SD Islam NW Kotaraja menunjukkan bahwa adanya aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak melalui pembelajaran IPAS di SD Islam NW Kotaraja di lakukan melalui pembiasaan-pembiasaan awal dengan mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal suku sasak kepada peserta didik. Pengaktualisasian nilai-nilai kearifan lokal masih dilakukan secara umum, artinya tidak ada program khusus yang memfokuskan pada aktualisasi nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak. Upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal suku sasak dalam pembelajaran IPAS dan melalui pembiasaan-pembiasaan perilaku di sekolah serta melalui kegiatan-ketgiatan positif lainnya, sehingga dengan dibelajarkannya tentang nilai-nilai kearifan lokal suku sasak diharapkan dapat melestarikan budaya lokal.