Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TRANSFORMASI EKONOMI MIKRO ISLAM DALAM ERA DIGITAL TANTANGAN DAN PELUANG Hasibuan, Al Fatih Faiz Fahlevi; Habibuddin
Jurnal Deflasi Vol 4 No 2 (2025): Sepesial Issu
Publisher : CV. Arsy Persada Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63736/jd.v2i1.687

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengeksplorasi dinamika transformasi ekonomi mikro Islam di era digital, dengan menitikberatkan pada peluang strategis dan hambatan yang dihadapi pelaku usaha berbasis syariah. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui kajian literatur yang melibatkan artikel ilmiah, laporan industri, dan sumber informasi terkini. Fokus utama penelitian mencakup perkembangan fintech syariah, pertumbuhan e-commerce halal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan ekonomi Islam. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan ruang luas bagi ekonomi Islam untuk tumbuh, khususnya di kawasan dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia dan Malaysia. Fintech syariah menunjukkan peningkatan yang menjanjikan, disertai ekspansi pasar e-commerce halal secara global. Namun demikian, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan regulasi yang terintegrasi secara internasional, rendahnya pemahaman digital di kalangan pelaku usaha syariah, serta perlunya pengawasan intensif terhadap kehalalan produk dalam ekosistem digital.
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA IBU “SASAK” DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI SD NEGERI 2 KELAYU UTARA Asri Nofita Sari; Andi Sulastri; Hadiatul Rodiyah; Habibuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33004

Abstract

This study aims to describe the use of the mother tongue (Sasak) in preserving local culture at SD Negeri 2 Kelayu Utara. This study uses a descriptive qualitative method with the research subjects being the principal, a sample of teachers from grades 1–6, and 5 samples of students from grades 4 and 5. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation, while data analysis used the Miles and Huberman model, namely collection, reduction, presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the use of the mother tongue (Sasak) is still relatively low because the majority of school residents prefer to use Indonesian in daily communication. However, teachers and students sometimes use Sasak spontaneously in certain interactions. One of the supporting factors for the use of the mother tongue is a homogeneous social environment, with the majority of school residents having the same language family, namely the ngeno-ngene dialect. Meanwhile, one of the inhibiting factors includes the habit of using Indonesian, the influence of digital media, and slang. One of the school's efforts to preserve the mother tongue is through a Sasak language program every Thursday before teaching and learning activities begin. This program fostered students' interest in storytelling, storytelling, rhymes, speeches, and singing in the Sasak language. However, the program is currently discontinued due to the school's implementation of the 7 habits of great Indonesian children.
ANALSIS POLA ASUH ORANG TUA PADA KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI ANAK DI SDN 2 MAJIDI KECAMATAN SELONG Ika Rahmayanti; M. Deni Siregar; Hadiatul Rodiyah; Habibuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33413

Abstract

This study aims to analyze in depth the parenting styles applied by parents in broken home families and their impact on children's self-confidence. Broken home phenomena have been increasing and have significant implications for children's psychological development, particularly in the area of self-confidence, which is a key factor in academic and social success. The research employed a descriptive qualitative approach using a case study design at SDN 2 Majidi. The participants consisted of two children from broken home families, their parents, and teachers as supporting informants. Data were gathered through in-depth interviews, direct observations, and documentation of children's daily activities and interactions with parents and teachers. Data analysis was carried out using Miles & Huberman's interactive model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was checked using triangulation of sources and techniques to ensure credibility and reliability of the findings. The results indicate two dominant parenting styles in broken home families, namely permissive and authoritarian. Children raised with permissive parenting often experience low self- confidence due to a lack of guidance, supervision, and emotional support. On the other hand, children raised under authoritarian parenting also display low self- confidence as a result of emotional pressure, strict control, and limited opportunities to express themselves freely. This study highlights the importance of parents adopting a democratic parenting style that provides balanced support and guidance. In addition, schools and teachers play a crucial role in providing counseling, emotional support, and motivation to children from broken home families. The findings of this research have implications for the development of parent training programs and school-based interventions aimed at fostering a supportive environment that enhances children'sself-confidence.
Strategi Pembelajaran Kearifan Lokal Dalam Upaya Peningkatan Kesadaran Lingkungan Sosial Siswa Melalui Pembelajaran IPAS SD Negeri 1 Sembalun Timba Gading Lombok Timur Hidayati, Yuni; Habibuddin; Burhanuddin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPAS, mendeskripsikan proses penerapan strategi pembelajaran kearifan lokal, serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan kesadaran lingkungan sosial siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data kepala sekolah, guru, siswa kelas IVA, orang tua, dan masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan menggunakan kreadibilitas, depenabilitas, confirmabilitas dan reabilitas sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal ngayu ayu diintegrasikan dalam pembelajaran IPAS melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan positif di sekolah. Penerapan strategi ini berdampak pada peningkatan kesadaran lingkungan sosial siswa yang tercermin dari keterlibatan mereka dalam gotong royong, kepedulian terhadap teman, serta penghargaan terhadap budaya lokal. Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal efektif dalam menumbuhkan karakter sosial siswa sekaligus menjaga identitas budaya
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Mencegah Perilaku Bullying Di SD Negeri 1 Kalijaga Timur Apriliana, Ledy; Habibuddin; Burhanuddin; Muhammad Husni
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak bullying bagi peserta didik dan bagaimana peran serta strategi guru dalam mencegah bullying.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dari penelitian yaitu kepala sekolah, guru kelas II, guru kelas III, peserta didik,dan orang tua. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teriangulasi atau pengecekan data dari berbagai sumber. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bullying yang terjadi di sekolah meliputi bentuk bullying: mengejek, mendorong, mengancam dan memukul. Dampak yang ditimbulkan antara lain, penurunan semangat belajar, rasa tidak nyaman di lingkungan sekolah dan perubahan perilaku sosial peserta didik. Dalam upaya pencegahan guru berperan sebagai pembina, pengawas, arahan dan teladan. Strategi yang diterapkan meliputi penanaman nilai-nilai karakter, membangun kedekatan, pemberlakuan aturan dan memberikan perhatian serta kerjasama dengan orang tua.
Aktualisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Penggunaan Pakaian Tradisional Sasak Melalui Pembelajaran IPAS di SD Islam NW Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur Wardani, Norma Sopia; Habibuddin; Burhanuddin; Hadi, Yul Alfian
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17863

Abstract

Abstract: This study aims to describe teachers’ and students’ perceptions regarding Sasak traditional clothing, to describe the process of actualizing local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing in IPAS learning, and to identify the role and function of teachers in integrating Sasak local wisdom values into IPAS learning. This research employed a qualitative method. The data sources were fourth-grade teachers and students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data validity was tested using credibility, transferability, dependability, confirmability, and reliability. Data analysis employed the Miles and Huberman model, consisting of data collection, data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results at SD Islam NW Kotaraja show that the actualization of local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing in IPAS learning is carried out through initial habituation by introducing students to Sasak cultural values. The actualization process is still conducted in general terms, meaning that there is no specific program focusing on the actualization of local wisdom values through the use of Sasak traditional clothing. Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru dan peserta didik terkait pakaian tradisional sasak, mendeskripsikan proses aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak melalui pembelajaran IPAS. Metode penelitian ini enggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data dari penelitian ini yaitu Guru kelas IV dan peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, depenabilitas, confirmabilitas dan realibilitas. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian di SD Islam NW Kotaraja menunjukkan bahwa adanya aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak melalui pembelajaran IPAS di SD Islam NW Kotaraja di lakukan melalui pembiasaan-pembiasaan awal dengan mengenalkan nilai-nilai kearifan lokal suku sasak kepada peserta didik. Pengaktualisasian nilai-nilai kearifan lokal masih dilakukan secara umum, artinya tidak ada program khusus yang memfokuskan pada aktualisasi nilai kearifan lokal pada penggunaan pakaian tradisional sasak. Upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal suku sasak dalam pembelajaran IPAS dan melalui pembiasaan-pembiasaan perilaku di sekolah serta melalui kegiatan-ketgiatan positif lainnya, sehingga dengan dibelajarkannya tentang nilai-nilai kearifan lokal suku sasak diharapkan dapat melestarikan budaya lokal.
Dampak Media Sosial Tiktok Pada Perilaku Bullying Siswa di SDN 6 Selong Lombok Timur Nadia, Zalwa; Habibuddin; Muspita, Zalia; Burhanuddin
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17889

Abstract

Abstract: This study aims to describe teachers’ perceptions of TikTok use at SD Negeri 6 Selong, explain the forms of bullying that occur, and analyze their impacts on students. The background of this research arises from the increasing use of TikTok among elementary school students without adequate supervision, which may influence their social behavior, including bullying. This study employed a qualitative descriptive approach conducted at SD Negeri 6 Selong, East Lombok Regency, for two months (July–August 2025). Data were collected through observation, interviews, and documentation, involving teachers and students as participants. The findings reveal that teachers perceive TikTok as having both positive and negative aspects: it can be educational and entertaining, yet also introduces inappropriate language and behavioral trends. The most common forms of bullying are verbal bullying (mocking, name-calling, laughing at peers) and social bullying (exclusion from groups). The impacts on victims include decreased self-confidence, fear of interaction, and reduced learning concentration. The study concludes that unsupervised use of TikTok tends to strengthen verbal and social bullying behaviors among elementary school students. Thus, active supervision from teachers and parents, digital literacy programs, and character education are crucial to ensure responsible use of social media. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan media sosial TikTok di SD Negeri 6 Selong, menjelaskan bentuk-bentuk perilaku bullying yang terjadi, serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap siswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan TikTok di kalangan siswa sekolah dasar tanpa pengawasan yang memadai, yang berpotensi memengaruhi perilaku sosial mereka, termasuk munculnya tindakan bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di SD Negeri 6 Selong, Kabupaten Lombok Timur, selama dua bulan (Juli–Agustus 2025). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai TikTok memiliki dua sisi: positif sebagai media hiburan dan edukatif, serta negatif karena memunculkan perilaku meniru tren yang tidak pantas bagi usia anak, seperti ejekan dan penggunaan bahasa kasar. Bentuk bullying yang dominan ialah bullying verbal (ejekan, julukan, tertawaan) dan bullying sosial (pengucilan). Dampak yang dialami korban meliputi penurunan kepercayaan diri, ketakutan berinteraksi, dan gangguan konsentrasi belajar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok tanpa pengawasan dapat memperkuat kecenderungan bullying verbal dan sosial di kalangan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan, literasi digital, serta pembinaan karakter agar media sosial digunakan secara bijak.
Analisis Nilai-Nilai Sosial Tradisi Begawe dalam Membangun Sikap Solidaritas Sosial Peserta Didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Mulyana, Asri; Habibuddin; Muspita, Zalia
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18011

Abstract

Abstract: The Begawe tradition, as a cultural heritage of the Lombok people, plays an important role in shaping social attitudes, yet its relationship to primary education is rarely studied. This study aims to (1) describe the school community's perceptions of the Begawe tradition, (2) identify the social values ​​contained within the Begawe tradition, and (3) analyze the implementation of the Begawe tradition's social values ​​in building social solidarity among students at SD Negeri 1 Gereneng Timur, Sakra Timur District, East Lombok Regency. This study used a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was achieved using source triangulation techniques.The results of the study indicate that: (1) the school community's perception of the Begawe tradition is very positive, where the principal views it as a cultural heritage, teachers consider it a means of character education and solidarity, while students consider it a collective activity that strengthens social relationships; (2) the Begawe tradition contains social values ​​such as mutual cooperation, mutual assistance, friendship, empathy, and sympathy that are able to build social solidarity in students; (3) the implementation of the social values ​​of the Begawe tradition is seen through group work activities, community service, collaborative learning, and student involvement in local culture-based activities, even though they are still faced with the challenges of modernization and a lack of routine habits. Abstrak: Tradisi begawe sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Lombok memiliki peran penting dalam membentuk sikap sosial, namun keterkaitannya dengan pendidikan dasar masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persepsi warga sekolah mengenai tradisi begawe, (2) mengidentifikasi nilai-nilai sosial yang terkandung dalam tradisi begawe, dan (3) menganalisis implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe dalam membentuk solidaritas sosial peserta didik di SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persepsi warga sekolah terhadap tradisi begawe sangat positif, di mana kepala sekolah memandangnya sebagai warisan budaya, guru menilainya sebagai sarana pendidikan karakter dan solidaritas, sedangkan siswa menganggapnya sebagai kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan sosial; (2) tradisi begawe mengandung nilai-nilai sosial seperti gotong royong, tolong-menolong, silaturahmi, empati, dan simpati yang mampu membentuk solidaritas sosial siswa; (3) implementasi nilai-nilai sosial tradisi begawe tampak melalui kegiatan kerja kelompok, kerja bakti, pembelajaran kolaboratif, serta keterlibatan siswa dalam aktivitas berbasis budaya lokal, meskipun masih dihadapkan pada tantangan modernisasi dan kurangnya pembiasaan rutin.