Pendahuluan: Diare merupakan penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), ditandai frekuensi BAB berlebih dengan konsistensi feses cair. Anak-anak rentan terkena diare karena sistem imun yang belum optimal. Kecamatan Cilongok menempati angka tertinggi kejadian diare pada anak se-kabupaten Banyumas. Faktor penyebab diare di Cilongok meliputi faktor sosiokultural seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua, serta faktor pola hidup seperti penerapan hand hygiene dan kualitas makanan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi diare pada anak usia prasekolah, meliputi faktor sosiokultural dan faktor pola hidup. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control study bersifat retrospective. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi-square dan binary logistic. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin anak (p0.05) dan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan (p0.05) terhadap kejadian diare. Analisis multivariat diperoleh faktor dominan adalah kualitas makanan (p=0.000). Kesimpulan: Hasil menunjukkan variabel tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan berhubungan terhadap kejadian diare pada anak usia prasekolah, sedangkan faktor dominan yang paling berpengaruh adalah kualitas makanan. Kata Kunci: Analisis faktor, diare, anak prasekolah