Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI FENOMENOLOGI: POLA ASUH ORANGTUA PADA PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) USIA PRA SEKOLAH Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.301 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.89

Abstract

ADHD adalah suatu kondisi yang sering terjadi pada anak yang dimanifestasikan dengan kurang perhatian, impulsif, dan hiperaktifitas yang tidak sesuai dengan perkembangan.. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada pembelajaran motorik halus anak hiperaktif usia pra sekolah di Ellian Center Purwokerto. Metode yang digunakan adalag kualitatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, bersifat eksploratif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian seluruh orang tua yang memiliki anak hiperaktif di Ellian Center Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menjelaskan pola asuh yang diterapkan dalam mengasuh anaknya yang hiperaktif termasuk dalam tipe pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Pengaruh pola asuh demokratis yaitu akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya. Selain itu orang tua memberikan stimulasi perkembangan motorik halus anak hiperaktif dengan membantu anak menggambar dan menulis.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN TUBERKULOSIS Kusuma, Arif Hendra; Anggraeni, Atika Dhiah
Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Empati
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/empati.v2i1.521

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Eliminasi tuberkulosis juga menjadi salah satu dari  fokus utama pemerintah di bidang kesehatan. Program pengendalian terhadap tuberkulosis, salah satunya yaitu TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh). Program TOSS TB diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk turut serta menemukan kasus-kasus TB baru yang ada di lingkungan sekitar dan memantau pengobatannya hingga tuntas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam mencegah penularan TB dan menjalani pengobatan sampai sembuh. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan kesehatan dan pelatihan kader kesehatan tentang program pengendalian tuberculosis dengan TOSS TB. Sasaran kegiatan ini adalah kader kesehatan masyarakat Desa Karangkemiri dengan jumlah peserta 38 orang. Hasil dari kegiatan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan masyarakat tentang tuberculosis dan program pengendalian tuberculosis. Kesimpulan kegiatan pemeberdayaan kader kesehatan masyarakat  dalam pengendalian tuberculosis bermanfaat bagi kader kesehatan masyarakat.
Tingkat Kecemasan Orang Tua tentang Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi Covid-19 Tiyas Budi Hanggraeni; Atika Dhiah Anggraeni
Faletehan Health Journal Vol 9 No 01 (2022): Faletehan Health Journal, Maret 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i01.372

Abstract

Covid-19 pandemic in Indonesia had affected various fields, especially education. The Ministry of Education and Culture took a policy for the implementation of learning carried out from home or online. This condition led some parents of children with special needs to anxiety. The aim of this study was to determine the correlation between parents' anxiety levels on online learning and the knowledge of children with special needs during the COVID-19 pandemic. This was a quantitaive study with a cross-sectional approach. The samples of this study were parents of children with special needs with a total of 65 respondents who were selected by using a cluster random sampling technique. The results showed that the anxiety level of parents on online learning was in mild category (50.8%). Meanwhile, the knowledge of children with special needs during covid-19 pandemic was mostly in low category (90.8%). The results of the analysis showed that there was a relationship between parent's anxiety level and the knowledge of children with special needs during Covid-19 pandemic.
Effectiveness of brain gym and writing therapy in behavioral hyperactivity on pre school-age children with ADHD in school for children with special needs (SLB) ABCD kuncup mas of Banyumas Atika Dhiah Anggraeni; Suherman Suherman; Titin Sutini
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.509 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i2.163

Abstract

ADHD is a condition common in children manifested with less concern , impulsive , and hiperaktifitas who do not according to the development of. The purpose of this study is to identify the effectiveness of write therapy and brain gym to the behavior of preschool hyperactivity in children with ADHD. Design research quasy-eksperiment approach in pre- posttest without control group design for 12 children aged pre schools were using total of sampling. This research instruments SPPAHI use of the instruments. Statistical tests use the different 2 mean. The results of the study showed there is a difference in the effectiveness of brain the gym and therapeutic writing in behavior hiperaktivitas children aged pre schools with ADHD ( p value 0,007 ).This research could be one of alternative intervention nursing mandiri that can be done to deal with the behavior hiperaktif children adhd good at the school and home. 
The THE EFFECT OF FAIRYTALE BOOK ON ORAL HYGIENE KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN GRADE 2 AT SDN 1 JALMPRANG WONOSOBO REGENCY NADILA OCTAVIA PUTRI; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral hygiene in children is still considered an epidemic concern in today's society. Early prevention can reduce the morbidity of oral hygiene problems such as dental caries which most often occurs in children. In particular, anapproach to health promotion through various media is needed to overcome this problem. One of which is suitable to be given to children is the media of fairy tales. It is in accordance with the characteristics of imaginative children. The purpose of this study was to determine the effect of fairy tale book media on the oral hygiene knowledge of school-age children. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The results of this study indicate that the media of fairy tales has an effect on increasing knowledge of oral hygiene in school-age children. Keywords: , Fairy Tale Books, Knowledge, Oral Hygiene, School-Age Children.
STUDI FENOMENOLOGI: POLA ASUH ORANGTUA PADA PEMBELAJARAN MOTORIK HALUS ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) USIA PRA SEKOLAH Atika Dhiah Anggraeni; Arif Hendra Kusuma
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i2.89

Abstract

ADHD adalah suatu kondisi yang sering terjadi pada anak yang dimanifestasikan dengan kurang perhatian, impulsif, dan hiperaktifitas yang tidak sesuai dengan perkembangan.. Pola asuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Hal ini akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada pembelajaran motorik halus anak hiperaktif usia pra sekolah di Ellian Center Purwokerto. Metode yang digunakan adalag kualitatif, dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif, bersifat eksploratif dengan pendekatan fenomenologi. Populasi penelitian seluruh orang tua yang memiliki anak hiperaktif di Ellian Center Purwokerto. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling.Hasil penelitian menjelaskan pola asuh yang diterapkan dalam mengasuh anaknya yang hiperaktif termasuk dalam tipe pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Pengaruh pola asuh demokratis yaitu akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya. Selain itu orang tua memberikan stimulasi perkembangan motorik halus anak hiperaktif dengan membantu anak menggambar dan menulis.
KOMBINASI POSISI KEPALA 30° DAN PASIVE RANGE OF MOTION TERHADAP SKOR NIHSS PADA PASIEN STROKE Arif Hendra Kusuma; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v12i1.251

Abstract

A stroke is neurological syndrome with characteristic of the deficit without any konflusi due to neurological disorders cerebral blood circulation that lasts for 24 hours or more. Stroke patient neurological status can be measured with the national institutes of health stroke scale (NIHSS). This hearing to assess the progress of the outcomes for stroke patient consisting of 11 components. The provision of head position of 30° accompanied with the passive range of motion (PROM) is a combination of action that serves maximize oxygenation of cerebral tissue and motor skills, so that healing to stroke patient will be faster. This research aims to review the combined effect head position of 30° and PROM against a decline in scores on NIHSS stroke patients. The design of the research uses a quasi experimental with approach pretest posttest control group design. The number of samples from 14 respondents were divided into 2 group. The results of the research uses dependent t-test show there is the combined effect head position of 30° and the PROM with a score NIHSS on stroke patients with P value = 0,002 (α<0,05). The advice of this research nurse can apply a combination head position of 30° and PROM as independent intervention nursing on stroke patient to on providing healing faster and made one of the SOP in patient care a stroke at the hospital.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI PENYAKIT INFEKSI DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS Vita Hasta Lusiani; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 2 No 1 (2021): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v2i1.374

Abstract

Masa balita adalah masa golden  age dimana periode dalam masa ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk kelangsungan hidup kedepannya, karena masa balita ini kelompok umur yang rawan gizi dan rawan penyakit. Masalah status gizi khususnya anak pendek (stunting) di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Stunting juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu penyakit infeksi diantaranya diare dan ISPA. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi (Diare dan ISPA) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kebasen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Analitik Observasional dengan pendekatan case-control. Jumlah sampel 96 responden pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode cluster sampling. Instrumen penelitian ini adalah lembar kuesioner dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini bahwa usia 24-59 bulan yang mengalami penyakit diare dan ISPA yang lebih sering dan lama yaitu anak yang mengalami stunting dibandingkan dengan anak balita normal dengan nilai frekuensi diare -value 0,013 (<0,05), durasi diare p-value 0,030 (<0,05), frekuensi ISPA p-value 0,016 (<0,05), durasi ISPA p-value 0,021 (<0,05), dengan kejadian stunting. Terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi penyakit infeksi (Diare dan ISPA) dengan kejadian stunting, oleh karena itu harus menjadi perhatian ibu untuk mengetahui tentang kesehatan anak terutama penanganan pertama penyakit infeksi pada balita.
PENGARUH MEDIA EDUKASI “IMUNISASI-Q” TERHADAP PENGETAHUAN KADER POSYANDU DALAM MEMOTIVASI ORANG TUA PADA ANAK USIA 0-9 BULAN Atika Dhiah Anggraeni; Arif Hendra Kusuma
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v13i1.438

Abstract

Penyakit menular masih menjadi masalah, sehingga menyulitkan pemberantasanya. Vaksin diharapkan dapat mencegah penyakit menular yang dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan memberikan hasil yang efektif. Program imunisasi yang telah pemerintah galakkan bertujuan untuk menjaga kesehatan penduduk pada usia muda terutama bayi di bawah usia dua tahun. Salah satu faktor penguat status imunisasi dasar pada anak adalah adanya dukungan kader posyandu. Kader juga diharapkan mempunyai pengetahuan dan sikap yang baik terkait imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model aplikasi Imunisasi-Q terhadap pengetahuan dan sikap kader posyandu dalam memotivasi orang tua yang mempunyai anak usia 0-9 bulan. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kuasi eksperimental dengan one group design (pretest-posttest) dan jumlah responden sebanyak 13 kader posyandu. Hasil penelitian Imunisasi-Q lebih berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu dalam memotivasi orang tua yang mempunyai anak usia 0-9 bulan.
EDUKASI CARA MEMAKAI, MELEPAS, MEMBUANG MASKER SEKALI PAKAI DAN PENJELASAN PENTINGNYA VAKSIN COVID-19 PADA ANAK SD Nurul Fatwati Fitriana; Jumiati Riskiyani Dwi Nandia; Atika Dhiah Anggraeni; Suci Ratna Estria; Abdul Hakim Nitiprojo; Destiya Dwi P
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.4573

Abstract

Since March 2020, Indonesian has become one of  the countries on the list of the spread of the Covid-19 virus pandemic. This has an impact on the education sector. Elementary school age children are one of the age groups that are vulnerable to the Covid-19 virus and Indonesia in of the countries with the highest child Covid-19 death rate in the world. The year 2022 is known as the normal area. The Ministry of Education and Culture gives regional authority to hold limited face-to-face meetings while continuing to carry out health protocols. One of health protocols implemented is wearing a mask. Health education that is often done is wearing the right mask, but for education what do and don’t while wearing mask, removing the mask and disposing of the mask properly is still rarely done. The use of masks and proper treatment of mask contribute to breaking the chain of the spread of the Covid-19 Virus. This activity aims to provide education on the importance of mask management, mask removal, and mask disposal. The method used is counseling and joint simulation. Students who take part in the activity give a good response by paying attention and participating in the activity.   Keyword : COVID-19, Mask, Vaccine