Penelitian ini membahas tentang peran keluarga dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Rt/Rw 02/05 Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran lembaga pendidikan informal, pola asuh orang tua, serta faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja. Pada beberapa lingkungan tingkat toleransi pada usia remaja cukup rendah seperti tidak hormat kepada orang tua, mendiskriminasi minoritas, perundungan, dan kenakalan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran lembaga pendidikan informal merupakan lembaga yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan sikap toleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti melakukan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa peran lembaga pendidikan informal dalam membentuk sikap toleransi pada usia remaja di Kp. Pabuaran Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor yaitu sebagai pendidik, teladan, dan memunculkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dengan menggunakan pola asuh demokratis (otoritatif) yang menyeimbangkan antara kedisiplinan, kemandirian, dan kasih sayang untuk anak usia remaja agar tidak melakukan diskriminasi kepada orang lain, selalu mementingkan kepentingan umum, dan memberikan contoh-contoh kebaikan juga keburukan untuk dihindari. Faktor yang menjadi penghambatnya yaitu komunikasi yang kurang baik antara kedua orang tua dan anak remaja, kurangnya pemahaman orang tua tentang anak dan pendidikan sikap toleransi, serta dididik pada waktu dan suasana hati yang tidak tepat. Sedangkan adanya kerja sama dan lingkungan yang baik rukun damai dan harmonis menjadi kunci keberhasilan yang merupakan faktor pendukung dalam membentuk sikap toleransi.