Dwie, Salsabila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STIMULASI KECERDASAN PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN MELALUI MEDIA POP UP BOOK DI PAUD CERDAS PELANGI MEDAN TUNTUNGAN TAHUN 2025 Dwie, Salsabila; Tri Marini SN; Melva Simatupang
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Colostrum Kebidanan Periode Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, terdapat 149,2 juta anak di bawah 5 tahun yang mengalami gangguan perkembangan secara global, yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan adalah 28.7% dan Indonesia termasuk kedalam negara ketiga dengan pravelensi tertinggi di Regional Asia Tenggara. Menurut United Nations Emergency Children’s Fund (UNICEF) didapatkan data masih tingginya angka kejadian gangguan perkembangan motorik yaitu 27,5% atau 3 juta anak. Hal ini bisa dicegah dengan mmberikan rangsangan dengan memberikan Alat Permainan Edukatif (APE) seperti Pop Up Book. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh Pop Up Book terhadap stimulasi kecerdasan Anak usia 3-5 tahun di PAUD Cerdas Pelangi Medan Tuntungan Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design one-group pretest-posttest. Populasi pada penelitian iniadalah anak usia 3-5 tahun di PAUD Cerdas Pelangi yang berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil Penelitian dan Kesimpulan : Penelitian ini menggunakan Uji Statistic Wilcoxon. Hasil pada penelitian ini didapatkan nilai signifikancy p = 0,000 (p<0,05) dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh Pop Up Book terhadap stimulasi kecerdasan Anak usia 3-5 tahun di PAUD Cerdas Pelangi Medan Tuntungan Tahun 2025. Diharapkan Penggunaan Pop Up Book dapat dijadikan referensi dalam penelitian sejenis atau lanjutan dengan mengembangkan aspek-aspek yang bukan hanya berfokus pada kecerdasan saja tetapi dapat dikembangkan pada aspek lain iseperti keterampilan motorik halus, kemampuan kognitif, bahasan dan kemandirian anak serta menginovasi bermacam kegiatan sederhana yang lebih bervariatif disesuaikan dengan kebutuhan anak.