Saputra, Muhammad Amin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Lembaga Adat Dan Badan Syara Dalam Manajemen Dakwah Desa Di Lamakera, NTT Saputra, Muhammad Amin
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 8, No 1 (2026): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v8i1.19414

Abstract

Penelitian ini membahas peran lembaga adat dan Badan Syara dalam pengelolaan urusan keagamaan serta manajemen dakwah di masyarakat Lamakera, dengan menyoroti otoritas religius yang dimiliki oleh Suku Sinun Onang. Badan Syara berfungsi sebagai lembaga religius yang memiliki kewenangan eksklusif untuk menetapkan imam, khatib, muazin, bilal, mengatur tata ibadah, dan mengkoordinasikan pengurusan jenazah, sementara lembaga adat berperan menjaga legitimasi sosial, menegakkan nilai tradisi, serta melibatkan suku-suku lain melalui masukan dan saran dalam musyawarah adat. Otoritas religius Suku Sinun Onang memberikan legitimasi yang sah bagi Badan Syara, sehingga pengambilan keputusan keagamaan diakui dan dihormati secara kolektif. Dalam praktik kelembagaannya, integrasi antara lembaga adat dan Badan Syara menciptakan sistem manajemen dakwah desa yang terstruktur dan konsisten, menjamin kontinuitas praktik keagamaan, memperkuat stabilitas sosial, dan memelihara harmonisasi komunitas. Studi ini menunjukkan bahwa keberadaan otoritas religius berbasis suku Sinun Onang menjadi kunci dalam efektivitas lembaga adat dan Badan Syara dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Lamakera.
Discursive Constructions of Islamic Religiosity and Indonesian Muslim Identity in the Globalization Era Saputra, Muhammad Amin
ALSYS Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v6i2.9255

Abstract

Amid globalization and the rapid expansion of communication technologies, Indonesian Muslim identity is increasingly negotiated within digital environments that reshape religious discourse, authority, and practice. This study aims to examine the dynamic negotiation of Indonesian Muslim identity in the digital era by drawing on Manuel Castells’s concept of the network society, Heidi Campbell’s digital religion framework, and Zygmunt Bauman’s notion of liquid modern life. Using a qualitative analytical-explanatory library research design, the study analyzes primary sources, including books and journal articles on digital media and Indonesian Islam, as well as secondary data from online religious communities, through interpretive discourse analysis. The findings show that digital platforms broaden the public sphere and enable Muslim actors, such as preachers like Felix Siauw and movements such as One Day One Juz (ODOJ), to combine traditional Islamic values with popular culture, visual aesthetics, and algorithmic logic. This process fosters forms of “Popular Islamism,” produces fragmented yet adaptive religious identities, and generates new practices of piety that challenge fixed religious authorities while intensifying contestation and adaptation in the post-Reformasi context. Although social media accelerates the circulation of religious discourse, it also requires new criteria of trust and legitimacy. The study concludes that Indonesian Muslim identity in the digital era is hybrid, adaptive, and resilient, shaped by ongoing technological mediation. These findings contribute to interdisciplinary discussions on digital religious subjectivities and offer practical insight into the dual role of digital media in shaping contemporary faith and society.