Roudlotul Nafisah, Irma Binti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dalam Edukasi Masyarakat Terhadap Bahaya Minuman Kemasan Bagi Ginjal dan Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal di Pondok Pesantren   Iman Prilistyo, Dwimantoro; Widya Lestari, Marselli; Roudlotul Nafisah, Irma Binti; Aji Megantara, Drajat Purwa; Bariyah, Khadijah Khairul
Journal of Community Development Diversity Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : Pro Panoramic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64595/jcdd.401

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) terus menunjukkan peningkatan prevalensi di Indonesia, sementara konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di kalangan remaja, termasuk santri pesantren, menjadi faktor risiko yang mengkhawatirkan. Rendahnya kesadaran terhadap kandungan gula, natrium, dan aditif dalam MBDK memperparah risiko kerusakan ginjal pada usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai bahaya konsumsi MBDK serta memberdayakan kader santri sebagai agen promosi kesehatan dalam pencegahan penyakit ginjal berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2025 di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya, melalui tahapan survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan interaktif, serta pemeriksaan kesehatan. Efektivitas edukasi diukur dengan pre-test dan post-test, serta pelaksanaan pemeriksaan medis meliputi antropometri, tekanan darah, kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan. Sebanyak 38 santri mengikuti penyuluhan, dengan hasil post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 11,3 poin dibandingkan pre-test. Pemeriksaan kesehatan diikuti oleh 60 peserta (46 santri, 14 pengasuh) yang mendapatkan manfaat langsung melalui deteksi dini risiko hipertensi, diabetes, serta konsultasi medis. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi interaktif berbasis pesantren efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja, terutama terkait bahaya MBDK dan pencegahan CKD. Selain itu, pemberdayaan kader santri memperkuat keberlanjutan program melalui transfer pengetahuan di lingkungan pesantren. Kesimpulannya, model intervensi yang memadukan edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan kader santri terbukti meningkatkan kesadaran serta mendorong perilaku hidup sehat di pesantren. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di pesantren lain dan diintegrasikan dengan Poskestren guna mendukung pencegahan penyakit ginjal secara berkelanjutan.