Oklusi arteri retina sentralis (OARS) merupakan kegawatdaruratan oftalmologis yang ditandai dengan kehilangan penglihatan mendadak dan tidak nyeri akibat sumbatan pada arteri retina sentralis yang menyebabkan iskemia retina. Kondisi ini sering berhubungan dengan faktor risiko vaskular dan memiliki prognosis visual yang buruk apabila penanganan terlambat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, temuan pemeriksaan, serta tatalaksana OARS pada pasien dengan hipertensi tidak terkontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah laporan kasus dengan desain deskriptif observasional. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan oftalmologis menyeluruh, serta telaah rekam medis pasien yang dilakukan di Poli Mata RS Bhayangkara Semarang pada Desember 2025. Seorang pasien laki-laki berusia 53 tahun datang dengan keluhan penurunan penglihatan mendadak pada mata kanan sejak 72 jam sebelum pemeriksaan. Tajam penglihatan mata kanan didapatkan 1/300 dengan persepsi gerak tangan, sedangkan mata kiri 1,0. Pemeriksaan funduskopi mata kanan menunjukkan retina pucat dengan gambaran cherry-red spot. Pasien memiliki faktor risiko berupa hipertensi tidak terkontrol dan kebiasaan merokok. Diagnosis OARS mata kanan ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan temuan funduskopi khas. Tatalaksana meliputi terapi farmakologis dan non farmakologis berupa ocular massage, serta penatalaksanaan faktor risiko sistemik. Dapat disimpulkan bahwa OARS merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan diagnosis dan tatalaksana dini untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen serta komplikasi vaskular sistemik.