rapid physical, emotional, and social changes. Limited knowledge about reproductive health often leads to risky behaviors such as premarital sex and unintended pregnancy. This condition is further exacerbated by limited communication between parents and adolescents as well as the lack of comprehensive reproductive health education in schools. Consequently, many adolescents have low self-efficacy in making healthy and responsible decisions for themselves. The PRIMA (Independent and Safe Adolescent Reproductive Education) program was designed to improve adolescents’ knowledge, attitudes, and self-efficacy in maintaining reproductive health independently and responsibly. This study aimed to determine the effect of the PRIMA program on the self-efficacy of senior high school students in maintaining reproductive health. This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest with control group approach. The research sample consisted of 34 respondents divided into intervention and control groups using a purposive sampling technique. The study was conducted at SMA PGRI 1 Temanggung. The intervention group received the PRIMA education through an 8-minute-21-second animated video. Data were analyzed using paired t-test and independent t-test. The paired t-test showed a significant increase in the mean self-efficacy score in the intervention group (p=0.000 < α=0.05), while no significant difference was found in the control group (p=0.237 > α=0.05). The independent t-test revealed a significant difference between the intervention and control groups after the PRIMA intervention (p=0.00 < α=0.05). The PRIMA program significantly improved adolescents’ self-efficacy in maintaining reproductive health. Abstrak Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cepat. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sering kali memicu perilaku berisiko seperti seks pranikah, dan kehamilan tidak diinginkan. Kondisi ini semakin diperparah dengan keterbatasan komunikasi antara orang tua dan remaja serta kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif di sekolah. Akibatnya, banyak remaja yang memiliki self-efficacy rendah dalam mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Program PRIMA (Pendidikan Reproduksi Remaja Mandiri dan Aman) dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan self-efficacy remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri dan bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh PRIMA terhadap self-efficacy remaja SMA dalam menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMA PGRI 1 Temanggung. Kelompok intervensi mendapatkan perlakuan berupa pendidikan PRIMA melalui video animasi yang berdurasi 8 menit 21 detik. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata self-efficacy pada kelompok intervensi setelah diberi perlakuan dengan p-value (0,000) < α (0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna dengan p-value (0,237) > α (0,05). Uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan program PRIMA dengan p-value (0,00) < α (0,05). Ada pengaruh PRIMA: Pendidikan Reproduksi Remaja Mandiri dan Aman terhadap self-efficacy pada remaja SMA.