Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, pelatihan dan pengembangan, serta budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di PT PLN (Persero) UPP Kalbagtim 4. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 karyawan sebagai responden dengan menggunakan teknik sensus. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS 24. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian memenuhi syarat pengukuran. Uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan linearitas) telah terpenuhi, sehingga model regresi layak digunakan. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan: Y = -4,539 + 0,311X₁ + 0,344X₂ + 0,386X₃. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,914 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan 91,4% variasi kinerja karyawan. Uji t parsial membuktikan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikansi < 0,05. Budaya organisasi memiliki pengaruh paling dominan (β = 0,386), diikuti oleh pelatihan dan pengembangan (β = 0,344), serta gaya kepemimpinan (β = 0,311). Uji F juga menunjukkan bahwa ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (F hitung = 128,097; p = 0,000). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peningkatan kualitas gaya kepemimpinan, program pelatihan dan pengembangan, serta penguatan budaya organisasi dapat secara signifikan meningkatkan kinerja karyawan di PT PLN (Persero) UPP Kalbagtim 4. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah perlunya penyelarasan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi antara ketiga faktor tersebut untuk mencapai kinerja organisasi yang optimal.