Otniel Adam Putra Tamason
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN SIX SIGMA SEBAGAI PENGENDALIAN KUALITAS BENANG CACAT HASIL PRODUKSI MESIN RING FRAME DI PT XYZ Otniel Adam Putra Tamason; Anita Oktaviana Trisna Devi; Yunita Primasanti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i3.1778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kecacatan benang pada mesin ring frame di PT XYZ yang mencapai rata-rata 3,6% per tahun, melampaui ambang batas toleransi perusahaan sebesar 0,18%. Upaya pengendalian melalui preventive maintenance yang telah dilakukan sebelumnya dinilai belum efektif karena ketidakteraturan jadwal yang menghambat target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi pengendalian kualitas yang efektif menggunakan pendekatan Six Sigma dengan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).Kajian pustaka dalam penelitian ini mencakup teori pengendalian kualitas, manajemen kualitas, serta instrumen statistik seperti Diagram Pareto, Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis (FTA), dan P-Chart. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, dokumentasi produksi periode Agustus 2024 hingga Juli 2025, serta wawancara mendalam dengan pihak manajemen dan kepala bagian teknis.Hasil pengukuran menunjukkan nilai DPMO sebesar 758,84 dengan tingkat kualitas 4,75 sigma. Analisis menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone mengidentifikasi empat jenis cacat utama: gulungan jelek (48%), ne out standar (27%), IPI tinggi (19%), dan slub (6%). Akar penyebab masalah ditemukan pada sistem penjadwalan pemeliharaan yang tidak tertulis dan kurangnya koordinasi komunikasi internal. Implementasi perbaikan berupa penyusunan SOP alur komunikasi dan jadwal preventive maintenance terstruktur berhasil menurunkan tingkat kecacatan sebesar 2,65%, dari semula 3,64% menjadi 0,99%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa standarisasi sistem penjadwalan dan pengawasan ketat melalui form checklist efektif meningkatkan kualitas produk benang secara signifikan.