Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Optimasi Pemeliharaan Conveyor Batu Bara Berbasis Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA): Studi Kasus di PT. XYZ Tumanggor, Ojakma Sihar Panaili; Indriyati K., Retno; Sirait, Morhan; Saneka, Edi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6442

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan EPC swasta nasional yang bergerak di bidang Bulk Material Handling Systems serta Energy and Marine Equipment. Dalam operasionalnya, perusahaan mengandalkan mesin coal conveyor sebagai sarana utama pemindahan dan pengolahan batu bara. Sepanjang tahun 2022, perusahaan mengalami peningkatan frekuensi kerusakan pada mesin coal conveyor yang berdampak pada tingginya downtime, tidak tercapainya target produktivitas, serta meningkatnya biaya perawatan tidak terencana. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan yang diterapkan belum mampu mengantisipasi potensi kegagalan peralatan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mode kegagalan pada mesin coal conveyor serta merumuskan kebijakan pemeliharaan yang lebih efektif melalui penerapan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumentasi historis kerusakan mesin selama periode Januari hingga Desember 2022. Metode FMEA digunakan untuk menentukan tingkat prioritas risiko kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan RCM digunakan untuk menetapkan tindakan pemeliharaan yang sesuai melalui proses task selection. Hasil analisis menunjukkan terdapat sembilan komponen kritis dengan nilai RPN tertinggi, yaitu gear box (450), plummer block (432), magnetic separator (343), roller idler (240), drive pulley (180), belt cleaner (168), motor listrik (144), belt conveyor (135), dan cooler (112). Kebijakan pemeliharaan yang diusulkan diharapkan mampu mengurangi risiko kegagalan berulang, menurunkan downtime mesin, serta meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional sistem coal conveyor di PT. XYZ