Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Kemiri dan Cengkeh (Studi Kasus Kemiri di Desa Biluango, Kabupaten Bone Bolango dan Cengkeh di Desa Dulamayo Utara, Kabupaten Gorontalo) Yusup, Hasni; Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan tingkat efisiensi pemasaran komoditas kemiri dan cengkeh di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango serta Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang didukung pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung margin pemasaran, farmer’s share, dan koefisien margin berdasarkan data harga jual, harga beli, biaya produksi, dan biaya pemasaran. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan pola saluran pemasaran, mekanisme penentuan harga, sistem pembayaran, serta peran masing-masing lembaga pemasaran melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran kemiri memiliki empat saluran, yaitu (1) petani–pedagang pengumpul–industri, (2) petani–pedagang pengumpul–pengecer–konsumen, (3) petani–pengecer–konsumen, dan (4) petani–konsumen langsung. Adapun pemasaran cengkeh hanya melalui satu saluran, yaitu petani–pedagang pengumpul–pedagang besar. Margin pemasaran kemiri tertinggi terdapat pada saluran III sebesar Rp10.000/kg dan terendah pada saluran I sebesar Rp2.000/kg. Nilai farmer’s share kemiri tertinggi terdapat pada saluran IV sebesar 100%, sedangkan pada cengkeh sebesar 92% dengan margin Rp10.000/kg dan koefisien margin 8%. Semakin pendek saluran pemasaran, semakin kecil margin dan semakin tinggi bagian harga yang diterima petani, sehingga sistem pemasaran menjadi lebih efisien dan menguntungkan bagi petani.