Nurul Fajriani
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Asertif dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Calon Pengantin di Kota Parepare Nurul Fajriani; Putri Dewi
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.529

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pelatihan asertif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada calon pengantin di Kota Parepare. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan rancangan one group pretest-posttest. Subjek dalam pengabdian ini adalah 30 calon pengantin yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) di empat kecamatan Kota Parepare, terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan. Instrumen yang digunakan meliputi skala komunikasi interpersonal dan skala perilaku asertif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif- edukatif dalam bentuk pelatihan keterampilan asertif yang dirancang secara sistematis dan aplikatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi nonparametrik. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi interpersonal setelah pelatihan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 94,42 meningkat menjadi 96,57 pada posttest. R square meningkat dari 32,3% menjadi 40,4%, menunjukkan bahwa pelatihan asertif memengaruhi 40,4% kemampuan komunikasi interpersonal, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pelatihan ini membuktikan perannya sebagai intervensi preventif untuk mengurangi konflik pernikahan dan menekan angka perceraian di Kota Parepare. Temuan ini mendukung pentingnya pelatihan asertif sebagai modal komunikasi efektif dalam membangun keluarga harmonis.
School Counselor Self-Advocacy: The Role of Local Cultural Values of Sipakatau, Sipakalebbi, and Sipakainge Astinah; Nurul Fajriani; Nasriani; Dupriani
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.19650

Abstract

Peran guru Bimbingan dan Konseling masih sering diposisikan secara marginal dalam struktur kelembagaan sekolah. Oleh karena itu, pengembangan self-advocacy yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal menjadi strategis untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas layanan konseling. Tujuan dari penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi praktik self-advocacy konselor pada guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMPN X Kota Parepare serta menganalisis penerapan nilai-nilai budaya lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge dalam memperkuat layanan bimbingan konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian melibatkan tiga guru BK dengan pengalaman lebih dari lima tahun, didukung oleh kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui proses transkripsi dan pengkodean data wawancara serta observasi. Data kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola dan hubungan yang bermakna. Validitas temuan penelitian ini dijaga melalui triangulasi data serta prosedur member checking dan peer debriefing. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa self-advocacy konselor guru BK memperluas peran mereka melalui komunikasi dan aktif berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sehingga berdampak pada penguatan layanan bimbingan konseling. Self-advocacy guru BK melalui penerapan nilai sipakatau membantu menciptakan interaksi yang menghormati martabat siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua; sipakalebbi memperkuat hubungan sosial.