Adhes Gamayel
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Global Jakarta, Jl. Boulevard Raya No. 2, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok 16412, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin Terhadap Daya yang Dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Angin Berbasis Piezoelektrik dengan Kantilever Allifa Nissa Sabilla; Mohamad Zaenudin; Adhes Gamayel
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 3 No. 2 November 2025
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v3i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jumlah sudu kincir angin terhadap kinerja pemanen energi piezoelektrik (PEH) dalam sistem konversi energi angin skala mikro. Metode penelitian mengikuti pendekatan eksperimen langsung dengan memasang kincir angin mini berporos pada stand statis, di mana elemen piezoelektrik dilengkapi sirip dan ditempatkan pada jarak 10 cm dari bluff body dengan sudut inlet 40°. Tiga konfigurasi jumlah sudu (3, 4, dan 5) diuji pada kecepatan angin tetap 8 m/s. Pengukuran tegangan listrik dan frekuensi respons dilakukan menggunakan sistem akuisisi data DATAQ selama 60 detik dengan laju sampling 100 data per detik. Hasil menunjukkan bahwa tegangan listrik maksimum sebesar 0,048 V dan frekuensi tertinggi 25,9 Hz diperoleh pada konfigurasi kincir dengan 5 sudu. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa variasi jumlah sudu tidak berpengaruh signifikan terhadap besarnya tegangan keluaran, namun berpengaruh terhadap frekuensi getaran yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan frekuensi tumbukan antara sirip dan elemen piezoelektrik akibat penambahan jumlah sudu, yang memperbesar area kontak dan memicu lendutan berulang lebih sering. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bahwa desain turbin dengan jumlah sudu yang optimal dapat meningkatkan stabilitas frekuensi osilasi pada sistem PEH, meskipun tidak secara langsung meningkatkan keluaran tegangan.
Bagaimana Program Keteknikan Mesin Bertahan Ditengah Penurunan Minat pada Bidang STEM dan Disrupsi AI? Mohamad Zaenudin; Adhes Gamayel; Yasya Khalif Perdana Saleh; M. Luqman Saiful Fikri; M. Untung Zaenal Priyadi
Integrated Mechanical Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Integrated Mechanical Engineering Journal (IMEJOUR) Vol. 3 No. 2 November 2025
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering and Computer Science, Universitas Global Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56904/imejour.v3i2.153

Abstract

Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru dari Kemendikti-Saintek, bidang STEM secara umum mengalami pengurangan minat. Hal ini ditengarai dikarenakan berbagai faktor, seperti dukungan yang dinilai kurang, pengaplikasian kurikulum yang belum aktual, serta kesan bidang STEM yang jauh dari konteks pembelajaran yang bermakna. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, namun cakupannya dinilai kecil, jika dibandingkan dengan keseluruhan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa solusi ditawarkan untuk memperbaiki hal tersebut, seperti dukungan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, investasi dalam mendorong pendidikan di bidang STEM, serta promosi secara lebih masif terhadap bidang STEM melalui kegiatan seperti seminar, workshop, sertifikasi, pameran, dan konten edukasi melalui sosial media. Langkah seperti tersebut diharapkan dapat menarik minat siswa dan mahasiswa pada bidang STEM dalam upaya menyokong kebutuhan tenaga terampil di bidang STEM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.