Berdasarkan data penerimaan mahasiswa baru dari Kemendikti-Saintek, bidang STEM secara umum mengalami pengurangan minat. Hal ini ditengarai dikarenakan berbagai faktor, seperti dukungan yang dinilai kurang, pengaplikasian kurikulum yang belum aktual, serta kesan bidang STEM yang jauh dari konteks pembelajaran yang bermakna. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, namun cakupannya dinilai kecil, jika dibandingkan dengan keseluruhan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu, beberapa solusi ditawarkan untuk memperbaiki hal tersebut, seperti dukungan dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, industri, dan institusi pendidikan, investasi dalam mendorong pendidikan di bidang STEM, serta promosi secara lebih masif terhadap bidang STEM melalui kegiatan seperti seminar, workshop, sertifikasi, pameran, dan konten edukasi melalui sosial media. Langkah seperti tersebut diharapkan dapat menarik minat siswa dan mahasiswa pada bidang STEM dalam upaya menyokong kebutuhan tenaga terampil di bidang STEM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2025