Khoiruddin
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penetapan Kriteria Penerima Zakat Penghasilan Dalam Hukum Islam di Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Metro Nanda Amulia Fitri; Khoiruddin; Apriansyah
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/04kymm32

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penetapan kriteria penerima zakat penghasilan di Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Metro, bagaimana Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Metro menghadapi perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta melihat bagaimana Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh menentukan siapa yang berhak menerima zakat penghasilan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat apakah tetap berpegang teguh pada 8 asnaf ataukan ada penyesuaian dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh menetapkan kriteria penerima zakat penghasilan dan menganalisa apakah kriteria penerima zakat penghasilan tersebut sesuai dengan prinsip prinsip Hukum Islam. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data primer di dapatkan dari wawancara dengan pengurus lembaga serta penerima zakat. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi lembaga seperti pedoman penetapan penerima zakat ataupun laporan tahunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah Metro merujuk pada kategori 8 asnaf sebagai dasar, namun tetap menyesuaikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta menyesuaikan kebutuhan kondisi penerima zakat dan  mengembangkan zakat produktif. Kesimpulannya Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh tetap berpegang pada 8 Asnaf  tetapi tetap menyesuaikan kondisi masyarakat dan kebutuhan penerima zakat penghasilan.
PROFIT SHARING SYSTEM AND LOSS BURDEN IN CATTLE REARING SHARIA ECONOMIC LAW PERSPECTIVE (Study in Sriwaylangsep Village, Kalirejo District, Central Lampung Regency) Yanuar Saputri; Khoiruddin; Gatot Bintoro Putro Aji
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the way of profit sharing and loss responsibility in cattle farming in Sriwaylangsep Village, Kalirejo District, Central Lampung Regency, and review it from the perspective of Sharia Economic Law. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The focus of this research is on the implementation of mudharabah contracts between capital owners and managers in cattle farming activities. The results of the study show that the cooperation carried out by the community in general has adopted the concept of mudharabah with a profit-sharing system. However, in its implementation there are still inconsistencies with sharia principles, especially in the distribution of profits that are not always in accordance with the initial agreement. In addition, the mechanism for liability for losses has also not been implemented optimally, and there are weaknesses in the aspect of transparency due to the absence of a written contract. Judging from Sharia Economic Law, this practice has not fully fulfilled the principles of justice ('adl), usefulness (maslahah), partnership (shirkah), and transparency and accountability. Therefore, improvements are needed through the creation of a written contract, clarity of the distribution of results, and strengthening the agreement between the parties to avoid the element of gharar. Thus, it is hoped that the mudharabah practice applied can run fairly, transparently, and in accordance with sharia provisions.