This Author published in this journals
All Journal Jurnal Desain
Miftakhul Munir
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dekonstruksi stereotip maskulinitas iklan MS Glow for Men: Mitos ketampanan dalam elemen visual Abdul Majid Sutarya; Abdul Maskur; Anthoni Reza Pahlevi; Miftakhul Munir; Wina Ayu Amalia; Yosua Novalesi; Naufal Arya Putra Nurjaman
Jurnal Desain Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i3.26646

Abstract

Perkembangan iklan perawatan pria kini semakin mengarah pada representasi maskulinitas yang lebih inklusif dan fleksibel, menggeser batasan-batasan tradisional yang selama ini mengarah pada citra maskulinitas yang kaku. Iklan MS Glow for Men hadir dengan pendekatan yang berbeda dengan menggunakan model-model yang tidak terikat pada standar maskulinitas konvensional. Literatur terdahulu menunjukkan bahwa iklan dan media sosial mempunyai peran penting dalam mendefinisikan konsep maskulinitas baru, dengan menentang stereotip maskulinitas yang telah berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi ketampanan yang terkandung pada iklan MS Glow for Men dalam mengembangkan mitos maskulinitas yang lebih inklusif. Metode penelitian menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang terdiri dari analisis denotasi, konotasi, dan mitos pada gambar iklan produk MS Glow for Men dari Instagram @msglowformen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan MS Glow for Men merepresentasikan maskulinitas yang lebih inklusif dan progresif, yang tidak hanya terfokus pada citra fisik atau konvensi tradisional, tapi juga ekspresi diri yang lebih beragam yang diwakili melalui gambar Marshel Widianto dan Babe Cabita. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman tentang media promosi yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pemasaran, tapi juga sebagai media yang mengonstruksi realitas sosial tentang anggapan maskulinitas yang lebih inklusif di kalangan audiens.