Muhammad Resky
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Toxic di Balik Layar: Mengapa Cyberbullying di Instagram Merajalela? Muhammad Resky; Nurul Ilmi
Journal of Education Psychology and Social Development Vol 1, No 1 (2025): June 2025
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cyberbullying di Instagram telah menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan cyberbullying di platform ini dan dampaknya terhadap kondisi psikologis penggunanya, khususnya di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 100 mahasiswa jurusan Teknik Informatika dan Komputer. Sampel penelitian diambil menggunakan kuesioner, yang efektif untuk mengumpulkan data dari mereka yang memiliki pengalaman terkait dengan cyberbullying. Skala Likert digunakan untuk mengukur persepsi responden tentang berbagai bentuk dan dampak dari cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan, norma sosial yang berlaku di kalangan pengguna, serta kecanduan terhadap media sosial berkontribusi pada munculnya cyberbullying. Selain itu, banyak responden yang melaporkan dampak psikologis akibat pengalaman tersebut. Penelitian ini menyarankan pentingnya regulasi yang lebih ketat dari platform media sosial dan pendidikan etika komunikasi untuk mengurangi dampak negatif cyberbullying. Kontribusi penelitian ini adalah dalam mengeksplorasi kaitan antara norma sosial, penggunaan media sosial, dan etika komunikasi dalam mencegah cyberbullying di Instagram. Penelitian ini juga mengusulkan pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran akan dampak psikologis dari cyberbullying, terutama di kalangan mahasiswa Teknik Informatika.