Sri Yudawati Cahyarini
Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset Inovasi dan Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konsentrasi Merkuri (Hg) Pada Sampel Sedimen Di Perairan Pulau Panjang Banten Rizky Ahmad Ramadhan; Ni Made Sri Maharani; Maria Goreti Ling; Ahmad Al Fauzan; Dwi Amanda Utami; Agung Setyo Sasongko; Ferry Dwi Cahyadi; Sri Yudawati Cahyarini
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.40868

Abstract

Pulau Panjang terletak di Teluk Banten, Provinsi Banten merupakan pulau kecil yang berdekatan dengan wilayah perkotaan dan industri, antara lain industri pangan, industri minyak dan gas, industri kapal dan industri pembuatan besi. Kehidupan masyarakat di Pulau Panjang sebagian besar memiliki pekerjaan dibidang perikanan. Kegiatan antropogenik berdampak pada kondisi perairan di Pulau Panjang salah satunya pencemaran logam berat yang dapat membahayakan kehidupan disekitar wilayah Pulau Panjang. Merkuri (Hg) merupakan salah satu pencemar yang berbahaya bagi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Hg yang terkandung dalam sampel sedimen pesisir Pulau Panjang dan penyebarannya.  Pengambilan sedimen permukaan perairan Pulau Panjang dilakukan bulan Februari 2023. Empat stasiun dan delapan titik penelitian pada setiap stasiun ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Logam berat Hg dianalisis dari setiap sampel sedimen menggunakan metode Cold Vapour Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS). Data angin bulan Februari 2023 didapatkan dari Instansi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Serang dan sekitarnya. Hasil yang diperoleh dari analisis merkuri memperlihatkan bahwa sedimen perairan Pulau Panjang memiliki konsentrasi Hg rata-rata 285,89 µg/kg, menurut mutu ANZECC & ARMCANZ (2000) nilai tersebut masuk dalam kategori lower. Sumber Hg pada sedimen diduga berasal dari aktivitas manusia yang berada di Pulau Panjang dan penyebarannya dipengaruhi oleh faktor angin dan arus pantai yang menyebabkan konsentrasi Hg berada menjauh dari tepi pantai.Panjang Island is located in Banten Bay, Banten Province, is a small island which is close to urban and industrial areas, including the food industry, oil and gas industry, ship industry and iron making industry. Most of Panjang Island’s people are fisherman. Antrophogenic activities impact on the conditition of the waters in Panjang Island, i.e. heavy metal pollution such as Mercury (Hg) which threathen marine life around the Panjang Island area. Mercury (Hg) is a pollutant that is harmful to marine environment. This study aims to determine the concentration of Hg contained in samples of coastal sediments from Panjang Island and its distribution. Surface sediment collection from the waters of Panjang Island will be carried out in February 2023. Four stations and eight sampling point in each station were determined using a purposive sampling method. Heavy metal Hg content in coastal sediment was analyzed using the Cold Vapor Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS) method. Wind data for February 2023 was obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) at Serang Maritime Station for the region surrounding Panjang Islands. The results show that the average Hg concentration in sediments of the Panjang Island Waters is 285. 89 µg/kg, according to the quality of ANZECC & ARMCANZ (2000) this value is included in the lower category. The source of Hg in the sediments is supposed originated from human activities surrounding Panjang Island and its distribution is influenced by wind and coastal currents which cause decreasing Hg concentrations from offshore. 
Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Sedimen Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Kalih Selatan Banten Siti Nurjanah; Keyla Nazwasyawinka; Camelia Batun Abrar; Isra Amalia Nasution; Eki Naidania Dida; Agung Setyo Sasongko; Kukuh Widiyanto; Sri Yudawati Cahyarini
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.69313

Abstract

Pulau Kalih Selatan terletak di sebelah barat laut Teluk Banten yang berdekatan dengan kawasan industri dan daerah penangkapan ikan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Pulau ini memiliki keanekaragaman hayati seperti ekosistem mangrove, terumbu karang, dan lamun. Kawasan Industri di sekitar pulau dapat berdampak pada ekosistem perairan salah satunya pencemaran logam berat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan logam berat besi (Fe) yang terakumulasi pada sedimen di Pulau Kalih Selatan. Sampel sedimen dikumpulkan dari lima stasiun menggunakan metode purposive random sampling. Logam Berat Fe dianalisis di Laboratorium Kimia BRIN KST Samaun Samadikun menggunakan metode Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS). Hasil yang diperoleh dari analisis logam berat Fe menunjukan sedimen di Pulau Kalih Banten memiliki konsentrasi logam berat Fe antara 1.771 mg/kg hingga 41.455 mg/kg, dengan nilai rata-rata 11.144 mg/kg. Kandungan Fe dalam sedimen di hampir seluruh titik lokasi pengambilan sampel berada di bawah baku mutu dari Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario, hal ini diduga logam berat Fe yang terdapat pada perairan mengalami pengenceran dan sebagian terbawa menuju ke laut lepas yang dipengaruhi gelombang dan arus yang dapat menyebarkan kandungan Fe di semua stasiun nilainya lebih kecil dari baku mutu.   South Kalih Island is located in the northwestern part of Banten Bay, adjacent to an industrial area and a fishing area using floating net cages (KJA). The island has biodiversity such as mangroves, coral reefs, and seagrasses. Industrial areas around the island can have an impact on aquatic ecosystems, one of which is heavy metal iron pollution. This study aims to identify the content of heavy metal iron (Fe) accumulated in sediments on South Kalih Island. Sediment samples were collected from five stations using purposive random sampling method. Fe heavy metals were analyzed at the BRIN KST Samaun Samadikun Chemistry Laboratory using the Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) method. The results obtained from the Fe heavy metal analysis showed that sediments in Kalih Island Banten had Fe heavy metal concentrations between 1,771 mg/kg to 41,455 mg/kg, with an average value of 11,144 mg/kg. The Fe content in sediments at almost all points of the sampling location is below the quality standards of the Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario, this is thought to be heavy metal Fe contained in the waters undergoes dilution and partially carried to the open sea which is influenced by waves and currents that can spread the Fe content at all stations the value is smaller than the quality standards.