Nisrina Audini
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Wisata dan Daya Dukung Kawasan di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Nusa Tenggara Barat Nisrina Audini; Agus Indarjo; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.35646

Abstract

Kuta Mandalika merupakan salah satu destinasi wisata di Lombok yang menjadi prioritas utama kunjungan wisatawan. Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata yang berbasis wawasan lingkungan. Daya dukung kawasan mempunyai keterkaitan dengan pengelolaan secara berkelanjutan, artinya dalam pengembangan wisata untuk peningkatan ekonomi hendaknya memperhatikan aspek ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan yang menjadi daya dukung untuk kesesuaian kawasan wisata dan menyusun alternatif strategi pengelolaan untuk pengembangan wisata Pantai Kuta Mandalika, Lombok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan purposive sampling untuk pengambilan data, analisis parameter fisika dan kimia, analisis kesesuaian wisata, dan analisis daya dukung kawasan. Kesesuaian kawasan Pantai Kuta Mandalika, Lombok dinilai sangat cocok untuk kegiatan rekreasi pantai, berenang, snorkeling, diving serta aktifitas wisata air lainnya. Hasil perhitungan Indeks kesesuaian wisata menunjukkan nilai di atas 80% yang termasuk kategori S1 atau Sangat Sesuai. Daya Dukung Kawasan di wilayah Pantai Kuta Mandalika mengindikasikan bahwa kawasan ini dapat menampung 105 orang per hari untuk kegiatan rekreasi pantai. Strategi pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata dapat dilakukan dengan cara pemaksimalan promosi wisata, menyediakan aktraksi-aktraksi wisata, pengoptimalan penyerapan tenaga kerja dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Pembatasan jumlah pengunjung wisatawan bertujuan untuk menjaga kualitas kenyaman sekaligus agar tidak melebihi daya dukung kawasan wisata.